Pengamat: Jika tak Dibatalkan Mutasi Pati Bisa Jadi Bom Waktu

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 21 Dec 2017 12:06 WIB
mutasi tnipanglima tni
Pengamat: Jika tak Dibatalkan Mutasi Pati Bisa Jadi Bom Waktu
Pengamat Militer Connie Rahakundini Bakrie--MI/MOHAMAD IRFAN

Jakarta: Pembatalan mutasi 12 perwira tinggi (pati) dan 4 perwira menengah dinilai keputusan yang tepat. Jika tidak dibatalkan, mutasi tersebut berpotensi menjadi bom waktu.

"Kalau itu diteruskan maka akan menjadi bom waktu, syukurlah itu tidak terjadi, sehingga hasilnya aman saja," kata Pengamat Militer Connie Rahakundini Bakrie di acara Primetime News Metro TV, Rabu, 20 Desember 2017.

Panglima TNI yang tidak jadi merotasi juga bukan karena suka atau tidak suka oleh keputusan yang sebelumnya. Karena, merupakan tanggung jawab yang besar ketika merotasi para perwira tinggi TNI. 

"Yang saya heran kok ada angka 16, sebenarnya ada 32 orang kok yang ditinjau kembali mutasinya. Jadi bukan 16, tapi 32 orang," tegas Connie.

Baca: Kalla Percaya Pencabutan Mutasi Pati tak Buat Gaduh

Ke depannya, bilang Connie, Panglima TNI Hadi memerlukan perwira yang bisa mendukung semua tugas-tugasnya. Makanya, Hadi mengganti sosok Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI yang saat ini dijabat oleh Mayjen Ilyas Alamsyah.

"Saya itu yakin sekali yang akan diganti biasa itu intelijen di TNI, dan setelah itu kemudian yang lain-lain. Dan saat ini Pangkostrad fungsinya memang sangat strategis," ujar Connie.

Pembatalan mutasi dianggap tidak mengganggu soliditas dan regenerasi di TNI. Sebab, isu mutasi itu sangat riuh dan dikeluarkannya sangat mendadak di masa Jenderal Gatot menjadi Panglima. 

"Jadi jangan khawatir kalau ini bisa mengubah TNI, justru saya pikir kalau mereka akan lebih hormat kepada Panglima TNI Hadi yang baru ini," kata Connie.

Baca: Terlalu Jauh jika Melihat Pembatalan Mutasi Pati TNI sebagai Langkah Politis

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto membatalkan mutasi sejumlah pati TNI. Ini sesuai Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/982.a/XII/2017 tertanggal 19 Desember 2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI yang berisi perubahan atas Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/982.a/XII/2017. 

Terkait surat itu ada 14 pati dan dua perwira yang batal dimutasi. Salah satunya Letjen TNI Edy Rahmayadi.



(YDH)

KPK Tunggu Pemberitahuan Praperadilan Fredrich

KPK Tunggu Pemberitahuan Praperadilan Fredrich

6 hours Ago

Hingga kini KPK masih fokus menuntaskan proses penyidikan kasus merintangi perkara korupsi KTP-…

BERITA LAINNYA