SBY Diminta Berani Desak KPK soal Kasus Century

Whisnu Mardiansyah    •    Rabu, 19 Sep 2018 12:34 WIB
bank centurysbySBY dan Century
SBY Diminta Berani Desak KPK soal Kasus Century
Mantan anggota Tim 9 Panitia Khusus Angket Bank Century Bambang Soesatyo/MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Mantan anggota Tim 9 Panitia Khusus Angket Bank Century Bambang Soesatyo (Bamsoet) menantang Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berani mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntaskan skandal bailout Bank Century. Kasus ini terus menyandera SBY.

"Jadi SBY harus mendorong penuntasan Bank Century ini di KPK. SBY dan Demokrat harus punya kepentingan untuk mendorong kasus ini tuntas," tegas Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 19 September 2018.

Politikus Golkar itu juga menyarankan SBY mengambil langkah konkret soal artikel Asia Sentinel yang memperburuk citra dirinya. Ketum Demokrat itu harus berani membawa kasus ini ke ranah hukum.

"Kita menunggu langkah SBY," ujar eks Ketua Komisi III DPR itu.

Baca: Demokrat Sebut Asia Sentinel Beropini

Pansus Angket Bank Century, kata Bamsoet, telah mengeluarkan rekomendasi ke KPK. Kasus ini jangan sampai banyak merugikan SBY.

Sebelumnya, dalam artikel berjudul 'Indonesia's SBY Government: Vast Criminal Conspiracy' yang ditulis John Berthelsen mengulas hasil investigasi kasus bailout Bank Century.

Menurut artikel tersebut, pemerintah Indonesia yang berkuasa pada 2014 melakukan konspirasi kriminal terbesar yang mencuri dana US$12 miliar dari pembayar pajak dan mencucinya melalui bank-bank internasional. Hasil investigasi setebal 488 halaman memuat 30 pejabat yang terlibat dalam kasus tersebut. Hasil investigasi diajukan ke Mahkamah Agung Mauritania, bulan lalu.

Laporan, analisis forensik yang diketahui  sebagai bukti bukti, dikompilasi satuan tugas penyidik dan pengacara dari Indonesia, London, Thailand, Singapura, Jepang, dan negara-negara lain. Kasus ini diduga melibatkan serangkaian lembaga keuangan internasional termasuk Nomura, Standard Chartered Bank, United Overseas Bank (Singapore), dan lain-lain.

Banyak penipuan yang diduga memanipulasi status bank gagal PT Bank Century Tbk pada 2008 dan yang dikenal sebagai "bank SBY," referensi untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Baca: Fahri Hamzah Tantang KPK Bongkar Skandal Century

Dana itu diyakini berisi dana gelap terkait Partai Demokrat. Setelah dinyatakan bangkrut pada 2008, Bank Century diakuisisi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan melakukan rekapitalisasi serta mengubah namanya menjadi Bank Mutiara.

Dalam hasil investigasi yang termaktub dalam berkas gugatan Weston Capital Internasional, kasus tersebut berlanjut saat J Trust bank besar asal Jepang secara tiba-tiba menawarkan dana US$989,1 juta atau setara Rp14 triliun untuk membeli Bank Mutiara pada 2013.

Sumber pendanaan penawaran dari J-Trust tidak pernah teridentifikasi. Namun,  J Trust mampu mengakuisisi Bank Mutiara pada 2014. Laporan investigasi  menyebut langkah itu disetujui sejumlah pejabat Indonesia.

Para pejabat Indonesia sepakat J Trust sebagai pihak yang paling cocok membeli Bank Mutiara. Padahal, J trust tak mengelola bank tersebut selazimnya bank komersial.




(OJE)