Kiai Ma'ruf Sebut Jokowi Menghargai Ulama

Sunnaholomi Halakrispen    •    Kamis, 09 Aug 2018 22:44 WIB
pilpres 2019
Kiai Ma'ruf Sebut Jokowi Menghargai Ulama
Rais 'Aam PBNU Ma'ruf Amin memberikan keterangan pers di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (9/8). Foto: Antara/Hafidz Mubarak

Jakarta: Rais Aam PBNU KH Ma'ruf Amin menyampaikan ungkapan terima kasihnya setelah terpilih sebagai calon wakil presiden Joko Widodo untuk Pilpres 2019. Ma'ruf mengatakan, terpilihnya dia menjadi cawapres Jokowi merupakan bentuk penghargaan kepada ulama.

"Saya menganggap pemilihan saya itu semata-mata bukan karena saya, tapi penghargaan kepada ulama. Jadi, Pak Jokowi ini benar-benar dia memilih ulama. Karena itu, saya berterima kasih kepada para ulama yang mendukung saya, sehingga saya bisa menjadi cawapres," ujar Ma'ruf di Gedung PBNU, Kramat Jakarta, Kamis, 9 Agustus 2018.

Dengan statusnya sebagai Rais Aam di PBNU, Ma'ruf menyadari hal itu menjadi pertimbangan dirinya dipilih oleh Jokowi. "Karena Rais Aam PBNU, maka dipilih," ungkapnya.

Penunjukkannya sebagai cawapres juga dianggap sebagai penghargaan terhadap NU. Ia meyakini Jokowi menghargai keberadaan ulama dan NU.

"Itu artinya Pak Jokowi menghargai ulama dan NU, ini luar biasa, ini memang harus dibalas para ulama dan NU dengan mendukung beliau, yang telah menghargai kita semua melalui saya yang diangkat sebagai cawapres," tuturnya.

Baca: NasDem: Kiai Ma'ruf Melengkapi Jokowi

Sementara itu, ia yang sejak awal tidak menduga akan digandeng Jokowi dalam pertarungan Pilpres 2019, mengatakan harapannya agar dapat mensukseskan terpilihnya kembali Jokowi menjadi Presiden RI selanjutnya.

"Alhamdulillah, saya tanpa diduga ya ternyata dipilih untuk menjadi cawapresnya Pak Jokowi. Mudah-mudahan tak ada halangan rintang, mudah-mudahan bisa sampai terpilih, dan bisa menjalankan tugas-tugas yang menjadi kewajiban dalam rangka membantu presiden," pungkas dia.


(DMR)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA