Pansus Pemilu Bawa Empat Isu Krusial ke Paripurna

Dheri Agriesta    •    Kamis, 18 May 2017 15:08 WIB
revisi uu pemilu
Pansus Pemilu Bawa Empat Isu Krusial ke Paripurna
Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy. Foto: MI/Agus Mulyawan

Metrotnvews.com, Jakarta: Ketua Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) Muhammad Lukman Edy mengatakan ada 19 isu krusial yang sedang dibahas terkait RUU Pemilu. Empat di antaranya akan dibawa ke sidang paripurna DPR.

Lukman menambahkan, voting atau pemungutan suara terhadap isu krusial akan dilakukan pada saat pembahasan dengan pemerintah dan fraksi di DPR.

"Jadi, 15 (itu) itu (diselesaikan) di pansus atau panja. Dan 4 isu di paripurna," kata Lukman, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 18 Mei 2017.

Sebanyak 15 isu dinilai bisa selesai dibahas oleh pansus. Empat isu yang akan dibawa ke paripurna antara lain:
1. Presidential threshold atau ambang batas pemilihan presiden,
2. Parliamentary threshold atau ambang batas pemilihan legislator,
3. Sistem pemilu, dan
4. Sistem konversi suara.

Lukman tak merinci alasan membawa empat isu ini ke sidang paripurna. "Biar paripurna agak ramai," kata dia.

Sebelumnya, pemerintah meminta jadwal pembahasan dan voting terhadap 15 isu krusial ditunda. Karena, sebagian besar perwakilan pemerintah ikut ke Natuna, Kepulauan Riau, bersama Presiden Joko Widodo.

"Kita menjadwalkan hari ini, tapi pemerintah minta tadi malam (ditunda) hingga Senin karena siap-siap ke Natuna. Ikut rombongan Presiden," kata Lukman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 18 Mei 2017.

Lukman mengatakan, pansus telah membuat draf yang nantinya akan ditanyakan kepada perwakilan pemerintah dan masing-masing fraksi di DPR. Hal ini dilakukan untuk menghindari perdebatan yang berkaitan dengan filosofi, sosiologi, dan latar belakang.

Sehingga, saat pembahasan seluruh pihak bisa langsung menyatakan sikap. "Karena kami anggap perdebatan sudah cukup," kata Lukman.


(UWA)