Aturan Belum Jadi, KPU Harus Tetap Bergegas

M Sholahadhin Azhar    •    Senin, 19 Jun 2017 14:42 WIB
revisi uu pemilu
Aturan Belum Jadi, KPU Harus Tetap Bergegas
Kantor KPU. Foto: MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta tidak ikut terseret arus tarik menarik di revisi Undang-Undang Pemilu. Sebab, waktu penyelenggaraan pemilu 2019 semakin sempit.

"Jadi kewajiban mereka untuk melaksanakan UU itu masih berjalan," kata perwakilan Koalisi Kawal Pemilu Hadar Nafis Gumay di kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin 19 Juni 2017.

Di sisi lain, komisioner KPU harus menyiapkan pilkada 2018. Jika menunggu revisi UU Pemilu rampung, tak akan terkejar pesta demokrasi nasional pada 2019.

Koalisi menilai penyelenggara pemilu memang sudah mengantisipasi jika revisi UU Pemilu tidak selesai, tetapi belum meyakinkan bisa menghindari masalah.

Seharusnya sudah ada draf awal peraturan KPU (PKPU) atau peraturan dari penyelenggara terkait tahapan, program, jadwal penyusunan daftar pemilih, pendaftaran dan verifikasi parpol. Walaupun masih berpedoman dengan UU lama yang belum direvisi.

"Kami harap KPU mengantisipasi jika memang nanti penyelenggaraan pemilu harus menggunakan UU yang masih berlaku itu," kata Hadar.

Dengan demikian, KPU tidak kaget jika revisi UU tidak selesai karena sudah ada persiapan.

Direktur Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraeni menyebut Koalisi Masyarakat Sipil Pengawal Pemilu tak menginginkan KPU dihinggapi citra buruk.

"Seolah kalau melihat KPU menjadi tersandera dengan pembahasan yang tak kunjung ada kepastian," kata Titi.

Ketua KPU, Arief Budiman mengapresiasi saran dari koalisi masyarakat sipil. Meski demikian pihaknya tak bisa menafikan peran DPR dan pemerintah. Akan ada rapat pleno di KPU membahas hal ini seusai keputusan di DPR terkait revisi UU.

Menurut Arief, semua masukan menjadi catatan untuk penyelenggara dan akan didiskusikan bersama. Terutama untuk menguraikan dan mendetailkan mana saja yang harus ditindaklanjuti dan mana yang perlu dikaji terlebih dahulu.

"Kita liat dulu hari ini selesai apa tidak tapi kita tetap terus bekerja," kata Arief.


(TRK)