Gerindra tak Alergi Berkoalisi dengan NasDem

M Rodhi Aulia    •    Kamis, 10 Aug 2017 16:47 WIB
partai gerindra
Gerindra tak Alergi Berkoalisi dengan NasDem
Waketum Gerindra Fadli Zon/MTVN/M Rodhi Aulia

Metrotvnews.com, Jakarta: Pernyataan kontroversial Ketua Fraksi Partai NasDem DPR Viktor Laiskodat tidak akan menghalangi koalisi di Pilkada serentak 2018 dengan partai yang dituding. Gerindra, salah satu partai yang dituding Viktor, menyatakan siap berkoalisi dengan NasDem jika memungkinkan.

"Kita tidak alergi terhadap koalisi dengan siapa pun sejauh kepentingan yang sama," kata Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 10 Agustus 2017.

Wakil Ketua DPR itu tak menampik akar rumput Gerindra menolak koalisi dengan NasDem. Namun, tegas Fadli, Gerindra hanya sulit menjalin koalisi dengan mereka yang berbeda kepentingan.

"Kader kami banyak yang militan, mereka berharap tidak ada koalisi dengan Partai NasDem. Harapan mereka. Tapi kalau misalnya di daerah tertentu yang memang memungkinkan, saya kira tidak terelakkan. Apalagi ini bersama-sama misalnya, bukan kader partai tertentu, saya kira mungkin saja," ucap dia.

Pemberian rekomendasi atau keputusan koalisi, terang Fadli, memang disuarakan akar rumput. Bisa dari DPC maupun DPD.

"Baru kita di DPP memutuskan. Kita akan mempertimbangkan (suara akar rumput)," ucap dia.

Viktor menjadi perbincangan karena dianggap menuai polemik melalui pidatonya di Nusa Tenggara Timur. Viktor dianggap menuduh Gerindra, PAN, Demokrat, dan PKS mendukung sistem khilafah dann intoleran.

Namun, NasDem sudah membantah semua tuduhan itu. Pidato Viktor telah diedit dan kehilangan substansinya.

NasDem telah mempelajari pidato Viktor secara utuh dan menilai ada kesalahpahaman dalam memahami pidato karena sudah dipotong-potong. Bila didengarkan utuh, pidato Viktor justru bertujuan menjaga keutuhan bangsa.


(OJE)

80 Saksi untuk Novanto Telah Diperiksa KPK

80 Saksi untuk Novanto Telah Diperiksa KPK

23 minutes Ago

KPK juga telah melakukan penggeledahan, penyitaan dan penelusuran aliran dana yang diduga berka…

BERITA LAINNYA