PDIP Lobi Demokrat

Damar Iradat    •    Sabtu, 14 Jul 2018 03:24 WIB
pilpres 2019
PDIP Lobi Demokrat
Sekjen PDIP Hasto Kristyanto (kanan) dengan Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat Agus Hermanto. Foto:MI/Muhammad Irfan

Jakarta: Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengaku mencoba merangkul Partai Demokrat untuk bergabung dengan koalisi pendukung Joko Widodo. Hasto ingin koalisi pendukung Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang semakin representatif.

"Tadi pembahasan tentu saja kami sebagai partai pengusung Pak Jokowi kami merangkul, kami mencoba memperjuangkan agar koalisi itu semakin representatif terhadap kondisi dan dinamika politik nasional," kata Hasto di DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Juli 2018.

Hasto juga mengatakan, dalam pertemuannya dengan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto, Jumat siang, 13 Juli, sempat mengonfirmasi rencana Demokrat membentuk poros ketiga. Namun, menurut Hasto, poros ketiga saat ini belum dibutuhkan.

PDIP menilai demokrasi yang semakin matang di era presidensial hanya butuh dua kontestan yang berhadapan. PDIP juga menyiapkan langkah-langkah kompromi setelah Pilpres 2019 nanti.

Meski berharap Jokowi menang Pilpres 2019, menurut Hasto, pemilu hanya alat mencapai tujuan dalam berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, dukungan di parlemen juga dibutuhkan.

"Maka mengapa kami juga mengharapkan dukungan dari partai-partai lain agar dukungan upaya menjadikan MPR agar punya kewenangan di dalam menetapkan GBHN atau pola pembangunan semesta berencana itu nanti dapat disetujui," ujar dia.

Sejauh ini, sejumlah partai telah menyatakan dukungannya kepada Jokowi. Selain PDIP, ada juga Partai Golkar, NasDem, Hanura, PSI, PPP, dan PKB. 

Demokrat sendiri sampai saat ini belum menyatakan sikap politiknya untuk Pilpres 2019. Namun, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memastikan partainya tidak akan mengambil langkah seperti Pilpres 2014 yang menjadi poros penyeimbang.


(AGA)