Korupsi KTP-el

PDIP: Ketika Penegakan Hukum Dihalangi, Negara tidak Harus Kalah

M Rodhi Aulia    •    Senin, 14 Aug 2017 09:37 WIB
korupsi e-ktp
PDIP: Ketika Penegakan Hukum Dihalangi, Negara tidak Harus Kalah
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto--Antara/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekjen PDIP Hasto Kristyanto menyesalkan kematian orang yang disebut-sebut menjadi saksi kunci KTP elektronik, Johannes Marliem. Hasto meminta aparat penegak hukum untuk mencari penyebab sebenarnya kematian Johannes tersebut.

"Kita harapkan kepolisian dan KPK untuk dapat bekerja sama dengan pihak penegak hukum di Amerika Serikat untuk mengetahui kebenaran," kata Hasto, di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu 13 Agustus 2017.

Baca: KPK Pastikan Saksi Kunci KTP-el Tewas

Kebenaran yang perlu dicari adalah apakah Johannes meninggal karena bunuh diri akibat persoalan pribadi atau lantaran kapasitas Johannes yang juga mengetahui proyek pengadaan KTP elektronik.

Lebih lanjut apakah Johannes meninggal karena ada upaya pihak lain menghilangkan barang bukti yang dimiliki Johannes.

"Ketika itu terjadi sebagai upaya menghalang-halangi upaya penegakan hukum, itu negara tidak harus kalah," tegas Hasto.

Baca: ICW: Ada Apa di Balik Kematian Johannes Marliem?

Johannes Marliem tewas di Amerika Serikat. Johannes Marliem merupakan saksi kunci KTP-el. Ia mengaku memiliki barang bukti rekaman pembicaraan terkait proyek KTP-el. Penyidik KPK beberapa waktu lalu juga sempat ke Amerika Serikat untuk memeriksa Johannes.

Johannes Marliem merupakan Direktur Biomort Lone LLC. Dalam surat dakwaan kepada Irman dan Sugiharto, Marliem diketahui merupakan pihak yang memasok Automated Fingerprint Identification System (AFIS) atau alat pengenal sidik jari. Dari Marliem, penyidik KPK mendapatkan bukti-bukti rekaman dan aliran dana KTP-el ke DPR dan Kementerian Dalam Negeri.


(YDH)

80 Saksi untuk Novanto Telah Diperiksa KPK

80 Saksi untuk Novanto Telah Diperiksa KPK

20 minutes Ago

KPK juga telah melakukan penggeledahan, penyitaan dan penelusuran aliran dana yang diduga berka…

BERITA LAINNYA