APCI Serahkan Petisi Tolak Pansus Angket

Husen Miftahudin    •    Jumat, 14 Jul 2017 16:37 WIB
angket kpk
APCI Serahkan Petisi Tolak Pansus Angket
Anggota DPR RI fraksi Partai Golkar sekaligus Ketua Pansus Angket KPK Agun Gunanjar meninggalkan Gedung KPK, Jakarta, Selasa (11/7/2017). Foto: MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: PP Pemuda Muhammadiyah bersama Aliansi Pemuda Cinta Indonesia (APCI) menolak pansus angket KPK. Mereka bulat mendukung KPK.

Siang tadi, rombongan APCI yang dipimpin Direktur Madrasah Anti-korupsi PP Pemuda Muhammadiyah, Virgo Sulianto Gohardi, menyambangi KPK. Virgo secara simbolik menyerahkan 45.111 petisi dukungan yang digalang secara online.

"Kami galang dukungan lewat petisi online sejak Saudara Fahri ketuk palu. Tentu 45 ribu suara ini tidak menginginkan rapat di ruangan ini yang menyatakan menolak angket dan mendukung KPK," seru Virgo disambut tepuk tangan yang hadir dalam audiensi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat 14 Juli 2017.

Menurutnya, petisi itu menyatakan, masyarakat tidak ikhlas anggaran negara digunakan untuk pansus angket. Lewat petisi, mereka berharap parlemen kembali ke jalan yang benar dengan mendukung upaya KPK memberantas korupsi.

"Ini bukan atas desakan apapun, ini murni nalar sebagai manusia dan kesadaran sebagai manusia. Karena kami mensinyalir adanya pansus justru menghalangi upaya pemberantasan korupsi. Kalau berpihak kepada KPK, tidak perlu adanya pansus, dievaluasi lewat mitranya saja di Komisi III," tegas Virgo.

Ketua Pansus Angket KPK Agun Gunandjar mengaku bakal menampung seluruh aspirasi yang disampaikan PP Pemuda Muhammadiyah dan APCI. Pihaknya akan mencatat dan nantinya disampaikan dalam risalah rapat pansus angket.

Adapun subtansi yang disampaikan PP Muhammadiyah dan APCI, lanjut Agun, pansus angket tetap berjalan. Sebab berjalannya pansus berpegang teguh pada UUD 1945 yang mekanisme pembentukannya diatur dalam tata tertib UU MD3.

"Kami ingin melihat bahwa sesungguhnya pansus angket dalam rangka memberikan proteksi, gangguan terhadap apa yang dikerjakan KPK. Justru kami meminta kerja-kerja yang masuk otoritas KPK dijalankan dengan sebaik-baiknya tanpa ada iktikad menghalangi dan mengintervensi," kata Agun.


(MBM)