Menko Puan Minta Jangan Ada Kesan Persiapan Asian Games Terburu-buru

K. Yudha Wirakusuma    •    Rabu, 22 Jun 2016 19:20 WIB
persiapan sea games
Menko Puan Minta Jangan Ada Kesan Persiapan Asian Games Terburu-buru
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (tengah) berbincang dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (kedua kanan) dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan (kiri) sebelum mengikuti rapat koordinasi tin

Metrotvnews.com, Jakarta: Persiapan pelaksanaan Asian Games XVIII 2018 diharapkan tak ada kesan terburu-buru. Berbagai macam hal harus ikut dipromosikan, terutama budaya dan pariwisata.

“Jangan lupakan pula kita harus tetap mempromosikan Indonesia baik budaya maupun promosi wisata. Asian Games ini kita harapkan pula meraih sukses yang tidak hanya penyelenggaraan tetapi juga sukses prestasi dan ekonomi,” kata Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani usai memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Penyelenggaraan Asian Games di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (22/6/2016).

Persiapan pelaksanaan Asian Games XVIII 2018 ditargetkan selesai akhir tahun 2017. Target sukses yang dicanangkan pemerintah dalam Asian Games diharapkan terwujud tanpa banyak kendala. Masih ada waktu untuk melihat secara teliti berbagai hal yang dibutuhkan.

Puan berjanji terus memantau berbagai hal yang dibutuhkan, mulai kebutuhan anggaran, penyelenggaraan, dan aneka persiapan yang meliputi kesiapan atlet, infrastruktur, dan penyelenggaraan, serta masalah dukungan dari kementerian/lembaga yang terkait. Hal itu seusai Inpres No.2/2016 dan Keppres No.22/2016 tentang Dukungan Penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018.

Dalam rapat Puan juga mendengar laporan perkembangan rehabilitasi Gelora Bung Karno (GBK) dan wisma atlet, baik yang berlokasi di Kemayoran, Jakarta maupun yang di Jakabaring, Sumatera Selatan.

Dari sisi anggaran, kata Puan, anggaran tahap I dan II Asian Games tengah diajukan KOI (Komite Olimpiade Indonesia) kepada Kemenpora. Ini perlu ditindaklanjuti secepatnya. Sementara anggaran rehabilitasi GBK dan wisma atlet sedang diajukan dalam APBN Perubahan 2016 dan akan dimasukkan pula dalam APBN 2017.
 
"Untuk masalah infrastruktur, upaya rehabilitasi GBK akan dimulai akhir Juni 2016 dan wisma atlet akan resmi mulai dikonstruksi pada Juli 2016. Semua infrastruktur baik venue maupun wisma atlet direncanakan dapat selesai tahun 2017,” tegas Puan.
 
Ia menjelaskan, setidaknya ada 13.000 atlet dan official yang terlibat dalam perhelatan. Mereka tergabung dalam 29 cabang olahraga olimpiade, 8 cabang non-olimpiade, dan 1 cabang olahraga pilihan. Asian Games akan berlangsung Agustus – September 2018. Sebanyak 45 pemimpin negara se-Asia dijadwalkan hadir.
 
Yang tak laha penting, kata Puan, adalah partisipasi pelajar dalam kegiatan Asian Games. Terutama acara pembukaan dan Youth Asian Games yang berlangsung sebelum Asian Games dibuka. Ia juga mengingatkan kemungkinan adanya perubahan proses belajar-mengajar siswa di provinsi yang menjadi venue pertandingan Asian Games.

Sedangkan hal lain yang diwanti-wanti Puan adalah masalah perawatan dan keberlanjutan fasilitas Asian Games di masa mendatang, serta harus diupayakan minimnya temuan penyelewengan terutama untuk pengadaan beberapa barang yang masih harus impor.
 
“Sengaja saya kumpulkan para kementerian/lembaga dan pemprov yang tertuang dalam Inpres. Semuanya pada dasarnya memahami akan fungsi dan tugasnya. Yang terpenting adalah sinergi dan koordinasi dari semua pihak,” kata Puan.

Rapat koordinasi dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Perdagangan Thomas T Lembong, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan.


(YDH)