Gatot: Evaluasi Mutasi Hak Panglima

Ilham wibowo    •    Sabtu, 23 Dec 2017 09:33 WIB
panglima tni
Gatot: Evaluasi Mutasi Hak Panglima
Pejabat lama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (kanan) dan pejabat baru Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kiri) melakukan salam komando seusai serah terima jabatan. Foto: Antara/Galih Pradipta.

Jakarta: Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku memberi kesempatan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk mengevaluasi mutasi perwira tinggi (pati). Dia pun tak masalah Hadi membatalkan mutasi yang sudah disusunnya. 

"Namanya evaluasi bagaimana yang terbaik bagi beliau. Kan beda pandangan. Sekarang kan saya bukan panglima TNI, hak prerogatif beliau dong," kata Gatot usai menghadiri haul Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat malam, 22 Desember 2017. 

Gatot tak mau dianggap biang polemik karena memutasi pati TNI menjelang pensiun. Surat Keputusan (SK) Kep/982/XII/2017 pada 4 Desember 2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan 85 Pati, kata dia, telah dibicarakan dengan setiap kepala staf angkatan. 

Jenderal bintang 4 itu berdalih tak langsung melantik para pati setelah SK mutasi keluar agar Hadi bisa meninjau ulang keputusannya. Dia menghormati Hadi yang telah diberi mandat langsung Presiden Joko Widodo untuk memimpin TNI. 

Gatot berpandangan perubahan mutasi dari Hadi juga telah dilakukan berdasarkan pertimbangan serta hak prerogatif panglima TNI. Mutasi pati, kata dia, sudah melalui proses di Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) TNI. 

Baca: Biarkan Jenderal Gatot Pensiun dengan Tenang

Setelah ditandatangani seluruh kepala staf TNI, penerbitan SK juga diketahui Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letnan Jenderal (Purn) Teddy Lhaksmana, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letnan Jenderal (Purn) Agus Widjojo, serta pejabat terkait lainnya. "SK yang saya keluarkan itu adalah hasil sidang bersama-sama," kata dia.

Sebelumnya, Marsekal Hadimenerbitkan SK Nomor Kep/982.a/XII/2017 tertanggal 19 Desember 2017. SK itu membatalkan mutasi 16 perwira tinggi dan menengah dari 85 perwira lainnya yang sebelumnya dimutasi Jenderal Gatot.




(OGI)

KPK Tunggu Pemberitahuan Praperadilan Fredrich

KPK Tunggu Pemberitahuan Praperadilan Fredrich

5 hours Ago

Hingga kini KPK masih fokus menuntaskan proses penyidikan kasus merintangi perkara korupsi KTP-…

BERITA LAINNYA