Indeks Demokrasi Jakarta Merosot karena Pilkada

M Sholahadhin Azhar    •    Kamis, 14 Sep 2017 18:47 WIB
indeks demokrasi
Indeks Demokrasi Jakarta Merosot karena Pilkada
Ilustrasi: Monas lambang dari Ibu Kota Jakarta. Foto: MI/Panca Syurkani.

Metrotvnews.com, Jakarta: Indeks demokrasi Jakarta merosot drastis. Hal itu karena berbagai peristiwa yang terjadi pada pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta 2017.

Anggota Dewan Ahli Badan Pusat Statistik (BPS) Musdah Mulia menyebut indeks demokrasi Ibu Kota menurun 14,47 poin. Pada 2015 Jakarta berada di angka 85,32 sedangkan di 2016 menjadi 70,85 poin. 

Musdah menuturkan, penurunan ini paling parah dibandingkan provinsi lain. Pengaruh signifikan terjadi saat kasus penistaan agama oleh mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja (Ahok) Purnama mencuat. 

Demo anti-Ahok, menurut Musdah, sangat memengaruhi tatanan demokrasi di Ibu Kota. Pasalnya, ada sebagian kalangan takut bersuara mengingat saat itu gelombang dukungan terpecah belah.

Hal ini pula yang menggerus variabel kebebasan berkumpul di DKI yang menurun drastis. Dari skala 0 sampai 100, penurunan terjadi poin 94,53. 

Anggota Dewan Ahli BPS lainnya, Maswadi Rauf, menyebut variabel kebebasan sipil di Ibu Kota menurun sebanyak 7,8 poin. Pada 2015 aspek kebebasan sipil mendapat 89,4 poin, sedangkan di 2016 menjadi 81,11 poin.

"Dua aspek lainnya juga menurun. Aspek hak politik menurun dari 83,11 menjadi 67,12 persen. Lalu, aspek lembaga demokrasi menurun dari 83,26 persen menjadi 63,19 persen," kata Maswadi di Gedung BPS, Jakarta, Kamis 14 September 2017.

Peneliti LIPI Syarif Hidayat mengamini penurunan ini. Polarisasi yang terjadi saat itu mengekang kebebasan pendapat, sebagai unsur demokrasi.

"Pilkada bisa dicermati sebagai faktor yang mendorong masyarakat takut berkumpul," kata dia.


(OGI)