Gerindra Yakin Presidential Threshold 0 Persen

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 16 Jun 2017 15:32 WIB
revisi uu pemilu
Gerindra Yakin Presidential Threshold 0 Persen
Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu dari Gerindra Ahmad Riza Patria. Foto: MI/Susanto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Gerindra yakin presidential threshold 0 persen dapat diterima Pansus RUU Pemilu dan Pemerintah. Pasalnya mayoritas fraksi mendukung opsi ini.
 
"Kita masih 0%. Ada lima (partai) yang 0 persen. Gerindra, Demokrat, PAN, PKS dan PPP," kata Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu dari Gerindra Ahmad Riza Patria kepada Metrotvnews.com, Jumat 16 Juni 2017.
 
Riza beralasan, presidential threshold  0 persen sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi. Bahwa Pileg dan Pilpres 2019 dilakukan serentak, tanpa jeda. "Inkonstitusional kalau ada threshold. Pemilunya serentak sekarang," ujarnya.
 
Menurut Riza, threshold yang lama sudah digunakan pada Pilpres 2014. Sementara menghadapi Pilpres 2019, dianggap telah terjadi dinamika politik dan perubahan suara. "Enggak adil dong kalau ada threshold. Kita optimistis (dapat gol) karena ini sesuai konstitusi," ucap dia.
 
Riza mengatakan, terdapat tiga fraksi yang menginginkan opsi 20-25 persen. Yaitu PDIP, Golkar, dan NasDem. "Yang 10 persen, Hanura dan PPP," katanya.
 
Riza mengatakan, pihaknya memilih opsi 3-8 persen atau 3-10 persen untuk District Magnitude. Kemudian, untuk parliamentary threshold 3,5 persen atau 4 persen dan metode konversi suara, kuota harre.
 


(FZN)