Golkar Optimis Paket A Unggul Bila RUU Pemilu Berakhir Voting

Astri Novaria    •    Sabtu, 15 Jul 2017 11:02 WIB
revisi uu pemilu
Golkar Optimis Paket A Unggul Bila RUU Pemilu Berakhir Voting
Anggota Pansus RUU Pemilu dari Fraksi Golkar, Rambe Kamarulzaman. Foto: MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Panitia Khusus (Pansus) Pemilu sepakat pengambilan keputusan terhadap RUU Pemilu akan memakai cara sesuai UU MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) dan jalur voting bisa ditempuh bila tidak tercapai musyawarah mufakat. Anggota Pansus RUU Pemilu dari Fraksi Golkar, Rambe Kamarulzaman mengaku tak khawatir bila jalan voting ditempuh dalam mengakhiri pembahasan RUU tersebut.

Menurut dia, jalur voting tidak akan menggerus suara anggota masing-masing fraksi pro pemerintah seperti Golkar, PDI Perjuangan, NasDem, Hanura, dan PPP. Apalagi, kata dia, anggota fraksi Golkar takkan mungkin punya pilihan berbeda dengan pilihan fraksi yang sejalan dengan pemerintah. Sebab, para anggota fraksi akan disiplin dan beretika.

"Kami yakin anggota kami berdisiplin dan beretika. Kalau pun one man one vote, ya kan ada disiplin itu. Tak ada sikap pribadi dalam konteks isu RUU Pemilu seperti ini," kata Rambe, Jumat 14 Juli 2017.

Baca: Parpol Pendukung Pemerintah Diminta Komitmen

Rambe menegaskan, pihaknya akan menang bila diadakan voting pada paripurna 20 Juli. Sebab, fraksi yang sejalan dengan pemerintah memilih Paket A dengan ambang batas presiden 20 persen dan ambang batas parlemen empat persen memiliki suara mayoritas di parlemen.

Perinciannya PDIP (109 kursi), Golkar (91), PPP (39), NasDem (36), dan Hanura (16), dengan total 291. Sementara itu, total jumlah anggota dewan bila semuanya hadir adalah 560 orang.

"Yang penting kesepakatan kami, lima fraksi sudah tegas paket A. Fraksi lain, ya kita coba dulu usahakan musyawarah dan mufakat," pungkas dia.




(AZF)