Gerindra Pertimbangkan Saran Rizieq Soal Koalisi Keumatan

Whisnu Mardiansyah    •    Senin, 04 Jun 2018 22:23 WIB
partai gerindra
Gerindra Pertimbangkan Saran Rizieq Soal Koalisi Keumatan
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon di Padepokan Garuda Yaksa, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/4) malam. MI/ BARY FATHAHILAH.

Jakarta: Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mengusulkan pembentukan koalisi keumatan. Hal itu  disampaikan Rizieq saat pertemuan dengan Prabowo dan Amien Rais di sela-sela ibadah umrah di Mekkah, Arab Saudi.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyambut positif usulan Rizieq. Saran pembentukan koalisi keumatan bakal dipertimbangkan dan dikomunikasikan dengan partai-partai lain yang disebutkan dalam koalisi keumatan. Seperti PAN, PBB dan PKS. 

"Aspirasi masukan kan harus dari mana saja, apalagi Habib Rizieq adalah salah seorang ulama yang berpengaruh, orang boleh suka boleh tidak suka, tapi Habib Rizieq adalah ulama berpengaruh dan cukup kokoh pendiriannya, terutama beberapa tahun belakangan ini," kata Fadli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 4 Juni 2018. 

Menurut Fadli, usulan koalisi keumatan ide yang positif. Terlebih, partai-partai yang disebutkan memiliki kesamaan visi dan misi saat Pilkada DKI 2017.
 
"Juga beberapa Pilkada yang lain di tanah Jawa, Jawa Barat, Jawa Tengah terutama dan juga Sumatera Utara. Jadi ini bagian yang menurut saya sudah prosesnya, itu bukan baru tapi sudah lama. Terutama yang punya perwakilan di parlemen dengan PAN dengan PKS," jelas Fadli.

Partai Gerindra pun akan mendekati partai-partai lainnya seperti PKB dan Partai Demokrat. Adapun untuk calon yang diusung didiskusikan kembali dengan koalisi partai. 
 
Fadli Zon tetap kekeuh di koalisi keumatan agar mendorong Prabowo Subianto menjadi calon presiden. Hal itu mempertimbangkan faktor elektabilitas Prabowo yang paling unggul di antara calon lainnya. 

"Salah satu yang paling realistis Pak Prabowo jadi calon presiden, karena di semua survei hanya ada dua nama yang tertinggi, mungkin yang lain lebih tepat kepada portofolio wakil presiden mungkin menteri dan sebagainya," beber Fadli.

Sebelumnya, pimpinan FPI Rizieq Shihab bertemu Prabowo Subianto, Amien Rais, Ketua PA 212 Slamet Maarif, dan sejumlah ulama lainnya. Dalam pertemuan yang digelar di Mekkah itu, Rizieq mendorong agar PAN, PKS, Gerindra, dan PBB berkoalisi di Pilpres 2019.


(DEN)