Mahfud MD Pernah Jadi Penasehat di Badan Otonom NU

   •    Kamis, 09 Aug 2018 16:08 WIB
pilpres 2019
Mahfud MD Pernah Jadi Penasehat di Badan Otonom NU
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Foto: MI/Agus Utantoro

Jakarta: Nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD digadang-gadang menjadi salah satu kandidat cawapres mendampingi Joko Widodo atau Jokowi. Namun, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj menegaskan Mahfud bukan representasi NU karena bukan kader NU.

Dikutip dari NU Online, Kamis (9/8), nama Mahfud MD masuk dalam kepengurusan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) masa khidmat 2012-2017. Di kepengurusan, Mahfud didaulat menjadi Ketua Dewan Kehormatan.

Sementara, Wakil Ketua Dewan Kehormatan adalah Arief Mudatsir Mandan dan anggotanya adalah Sinta Nuriyah Wahid dan Ali Maschan Musa.

Pembentukan kepengurusan dilakukan Kamis, 1 Maret 2012 silam dalam rapat di ruang kerja Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dan dihadiri Ketua Umum PP ISNU terpilih hasil kongres di Lamongan, Ali Masykur Musa, dan formatur bentukan.

Rapat dipimpin oleh Said Aqil dan Sekjen PBNU Marsudi Syuhud. Saat itu, Rois Aam PBNU KH Sahal Mahfudh dan Said Aqil ditempatkan sebagai pelindung kepengurusan PP ISNU. Sementara Wakil Ketua Umum PBNU As'ad Said Ali ditempatkan sebagai Ketua Dewan Penasihat.

Sedangkan Marzuki Ali yang saat itu masih menjabat sebagai Ketua DPR didaulat menjadi Ketua Dewan Ahli. Saat itu Said Aqil menyatakan, kepengurusan PP ISNU tersebut sengaja menempatkan sejumlah orang dengan berbagai latar belakang, termasuk partai politik yang berbeda-beda.

Hal itu, menurutnya, dimaksudkan untuk menunjukkan keberadaan kader NU yang tersebar di berbagai posisi penting di Indonesia.

"Kita tunjukkan NU tidak berpolitik. Selama ini banyak sarjana NU yang belum nyambung, sekarang kami ingin PP ISNU jadi ajang silaturahmi untuk mereka mengembangkan diri," kata Said Aqil kala itu.


(MBM)