Ada Desain Besar di Balik Kebohongan Ratna

M Sholahadhin Azhar    •    Jumat, 05 Oct 2018 14:34 WIB
pilpres 2019Kabar Ratna Dianiaya
Ada Desain Besar di Balik Kebohongan Ratna
Budiman Sujatmiko (kiri). Foto: Antara/Jessica Helena Wuysang.

Jakarta: Kebohongan Ratna Sarumpaet diduga tak dilakukan seorang diri. Ada upaya sistematis yang dilakukan bersama-sama dan menjadikan Ratna sebagai ujung tombak.
 
"Mempercayai Ratna Sarumpaet sebagai pelaku tunggal, seolah-olah mempercayai Lee Oswald sebagai pembunuh tunggal Kennedy (Presiden Amerika Serikat)," kata Influencer Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK), Budiman Sudjatmiko, di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 5 Oktober 2018.
 
Budiman menilai kebohongan Ratna sengaja didesain. Khususnya dalam membentuk kekacauan melalui informasi palsu. Hal seperti ini pernah dilakukan saat Pilkada Jakarta 2017.
 
Misalnya, kata Budiman, saat sepenggal kutipan pembicaraan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dipakai untuk memobilisasi massa. Metode yang sama juga dilakukan Donald Trump untuk memenangkan Pemilu Amerika 2016. Sehingga Pemilu tersebut dinyatakan sebagai pemilihan paling rasis dalam sejarah Amerika.

Baca: Ratna Sarumpaet Ditangkap

Budiman meminta polisi menindak Ratna dan terduga pelaku lainnya. Sebab, jika dibiarkan akan berdampak sistemik. Kebohongan akan diakui dan menyebabkan publik berpendapat tak ada lagi kebenaran.
 
Ujungnya, kata Budiman, dunia politik ibarat pertandingan bola tanpa wasit. Di mana tindakan pelanggaran seperti menjegal jatuh lawan, diperbolehkan. Sehingga tak ada adu teknik, gagasan, atau program.
 
"Pada akhirnya akan main kuat-kuatan. Bukan benar salah," kata Budiman.




(FZN)