Pilkada Serentak 2017

NasDem tak Masalah Jika Susunan Tim Pemenangan Ahok-Djarot Berubah

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 23 Sep 2016 10:49 WIB
pilgub dki 2017
NasDem tak Masalah Jika Susunan Tim Pemenangan Ahok-Djarot Berubah
Ketua DPP Partai NasDem Martin Manurung, memberi keterangan kepada wartawan tentang penunjukan Ketua DPW Partai NasDem Sumatera Utara, di Medan, Senin (23/2/2015). Foto: Antara/Irsan Mulyadi

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai NasDem tak masalah bila komposisi tim pemenangan Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat disusun ulang menyusul masuknya PDI Perjuangan sebagai partai pendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI dalam Pilkada  2017. 

"Tim pemenangan itu ibarat raga, jiwanya adalah kemenangan Ahok-Djarot. Sewaktu-waktu raga bisa berubah, tetapi jiwa tidak bisa diubah sampai kemenangan itu ada di kepalan tangan," ujar Ketua DPP Partai NasDem, Martin Manurung di Jakarta, Jumat (23/9/2016).

Menurut dia,  komposisi tim pemenangan saat ini dibentuk sebelum PDIP bergabung dengan partai pendukung Ahok-Djarot. Karenanya, NasDem akan bersikap realistis dalam penentuan komposisi tim pemenangan Ahok-Djarot. 

Baca: Teman Ahok Legowo Jika tak Disertakan di Tim Pemenangan

"Tim pemenangan yang kini dipimpin Nusron Wahid dibangun ketika PDIP belum bergabung, sehingga baru merepresentasikan unsur NasDem, Hanura dan Golkar. Sangat masuk akal, setelah PDIP bergabung dengan kami, maka mereka dilibatkan dalam tim pemenangan. Harusnya memang begitu," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Trimedya Pandjaitan mengatakan, tim pemenangan Ahok-Djarot idealnya berasal dari PDIP. Sebab, PDIP merupakan pemilik kursi terbanyak di DPRD DKI dengan 28 kursi. 


Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat bersama pengurus partai pendukung di kantor KPU DKI. Foto: MTVN/Wanda Indana.

Martin mengatakan, NasDem tetap garis lurus pada tujuan awal dalam memberikan dukungan kepada Ahok. Yakni, menjadikan Ahok pemenang dalam kontestasi Pilkada DKI 2017.

"Kita tidak memasukkan kalkulasi kepentingan NasDem dalam soal ini. Justru sikap NasDem lurus bahwa jika Ahok kembali menjabat sebagai kepala daerah, maka warga Jakarta akan menjadi lebih sejahtera. Sedikit pun kami tidak memikirkan apa yang akan kami dapat dari proses ini. Tujuan utama kami adalah Ahok bisa memenangkan kontestasi dalam pilkada, sehingga Ahok bisa terus memberikan nilai tambah bagi warga Jakarta dan menjadikan Jakarta Baru terealisasi," tegasnya.

Baca: Ahok - Djarot Tanpa Rasa Takut

Dengan adanya garis lurus tersebut, lanjut Martin, memudahkan bagi kader NasDem dalam menyusun strategi untuk memenangkan Ahok-Djarot. "Kami tidak dibebani kepentingan partai. Bahkan tidak berpikir ke arah sana. Justru yang selalu kita pikirkan adalah bagaimana seluruh partai pengusung, NasDem, Hanura, Golkar dan PDIP itu bersatu padu dan bahu-membahu untuk mengakhiri hajatan demokrasi ini dengan sebuah kemenangan."

Martin mengajak semua pihak yang mendukung dan mengusung Ahok segera membangun soliditas dan saling mengnyinergikan  kekuatan. "Sebagai sebuah kendaraan yang akan ditumpangi Ahok-Djarot menuju Pilkada 2017,  kita semua, entah itu partai pengusung, seluruh relawan, Teman Ahok, dan yang lain, harus mau meleburkan, bahkan menghancurkan diri menjadi sebuah kendaraan super kuat dan kencang. Tentu saja pada akhirnya, harus ada yang besedia menjadi roda, bemper, mesin, tempat dukuk, kemudi, bahkan sekalipun menjadi sebuah sekrup kecil. Karena semua fungsi tersebut, sekecil apa pun bentuknya, sangat menentukan bagi kemenangan Ahok-Djarot," ujarnya .

Dalam rangka membangun soliditas tersebut, lanjut Martin, dalam waktu dekat, partai pengusung dan seluruh relawan pendukung Ahok-Djarot akan berkumpul untuk menyusun strategi pemenangan. "Setelah kami tahu siapa lawan yang harus kami hadapi dalam Pilkada 2017, maka seluruh komponen pendukung akan berkumpul untuk menyusun taktik dan strategi, termasuk di dalamnya mengkaji ulang komposisi tim pemenangan yang kini dikomandani Nusron Wahid," ujarnya.

Martin menegaskan, khusus untuk Jakarta, tujuan utama perjuangan NasDem adalah mewujudkan Jakarta Baru dengan cara memenangkan Ahok-Djarot, bukan untuk kepentingan partai atau individu.

 


(AZF)

Video /