AHY tak Sepakat Jokowi Disebut Diktator

Achmad Zulfikar Fazli    •    Kamis, 10 Aug 2017 16:39 WIB
jokowi
AHY tak Sepakat Jokowi Disebut Diktator
Gibran Rakabuming Raka (kiri) salam komando dengan Agus Harimurti Yudhoyono. Foto: Antara/Puspa

Metrotvnews.com, Jakarta: Agus Harimurti Yudhoyono tak sepakat dengan tudingan yang menyebut Presiden Joko Widodo diktator. Pria yang akrab disapa AHY itu menilai Jokowi sosok yang baik dan terbuka.
 
Hal itu dibuktikan dengan diterimanya  AHY sowan ke Istana Kepresidenan. Menurut Agus, itu menujukkan Jokowi menghargai seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kalangan pemuda.
 
"Artinya saya tidak melihat apa yang dipotretkan oleh sebagian orang (sebagai Presiden diktator)," kata Agus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 10 Agustus 2017.

Baca: Masa Wajah Gini Diktator

Tudingan itu dilayangkan karena pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).
 
Agus meniklai Jokowi merupakan sosok yang demokratis. Jokowi, kata dia, mau membuka ruang diskusi untuk memberikan dan menerima masukan dari siapa saja.
 
"Iya dong (Jokowi demokratis). Artinya dengan membuka atau beri kesempatan saya bertemu langsung berdiskusi ya tentunya beliau ingin menunjukkan," kata dia.
 
Bekas calon gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, bakal mendukung Jokowi menyelesaikan masa kepemimpinannya hingga 2019.

Baca: Tepis Tudingan Diktator, Jokowi Dinilai Merasa Tak Nyaman

"Saya menganggap beliau adalah senior, bapak, pemimpin yang tentunya kita harus terus bisa mendukung supaya beliau bisa terus memimpin negeri ini dengan baik untuk kita semua," ujar dia.
 
Presiden Joko Widodo sebelumnya menekankan dirinya bukan pemimpin tangan besi. Hal itu dia ungkapkan untuk menjawab tudingan miring sejumlah pihak.
 
"Masa wajah gini diktator," kata Jokowi sambil mengarahkan telapak tangan ke wajah saat membuka Pasanggirinas dan Kejurnas ASAD 2017 di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa 8 Agustus 2017.




(FZN)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

3 hours Ago

Sebuah perusahaan asal Amerika Serikat ikut menyediakan teknologi perekaman KTP-el. Terselip na…

BERITA LAINNYA