Saya bukan Pancasila, Saya Zulkifli Hasan

Media Indonesia    •    Rabu, 26 Jul 2017 08:29 WIB
pancasila
Saya bukan Pancasila, Saya Zulkifli Hasan
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. Foto: MI/M. Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua MPR RI Zulkifli Hasan didapuk membuka seminar nasional bertajuk Islam dan Demokrasi yang diselenggarakan Universitas Islam As-Syafi'iyah di Gedung Bukopin, kawasan MT Haryono, Jakarta, kemarin. Berpidato di hadapan ratusan peserta seminar, Zulkifli menyinggung perihal implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Zulkifli, Pancasila sejatinya harus tecermin dalam perilaku seseorang. Sebagai dasar dan ideologi negara, Pancasila tidak boleh dieksploitasi menjadi alat kepentingan politik sesaat.

"Kalau yang bilang itu karena pilkada, itu ngarang. Pancasila itu perilaku, bukan soal dukung-mendukung pilkada. Pancasila jika dipakai jadi perilaku barulah bisa menjadi pemersatu kita," ujar Zulkifli dalam sambutannya.

Dengan nada bercanda, Zulkifli juga sempat mempersoalkan kampanye Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai Pancasila. "Kalau perilaku tepat, Pancasila bisa jadi pemersatu. Namun, kalau dipakai alat, itu bisa memecah belah. Saya bukan Pancasila, saya Zulkifli Hasan, belum pernah ganti nama," ujar Zulkifli.

Seperti diberitakan, menjelang Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Jokowi mengampanyekan 'Saya Pancasila' melalui sebuah video yang diunggah di laman Instagram pribadinya. Dalam video tersebut, Jokowi menyampaikan bahwa Pancasila selalu mengalir dalam aliran darah dan detak jantung kita.

Baca: Jokowi: Saya Indonesia, Saya Pancasila!

"Pancasila itu jiwa dan raga kita. Ada aliran darah dan detak jantung kita, perekat keutuhan bangsa dan negara. Saya Jokowi, saya Indonesia, saya Pancasila, kalau kamu?" tulis Jokowi dalam video berdurasi 34 detik tersebut.

Video Jokowi itu mengawali gerakan "Saya Pancasila" di media sosial sepanjang pekan Pancasila pada 29 Mei-4 Juni lalu. Tak hanya pegawai kementerian dan pejabat pemerintah saja, netizen pun ramai-ramai menyematkan tagar "Saya Pancasila" dalam berbagai unggahan di akun media sosial.

Zulkifli juga mengimbau semua pihak berhenti melakukan stigmatisasi menggunakan Pancasila. "Kalau mendukung ini disebut Pancasilais, kalau mendukung itu tidak Pancasilais. Ini tentu keliru. Kalau Islam yang baik, menjalankan agama yang baik, masak kamu dibilang radikal?" tuturnya.

Menurut Zulkifli, perbedaan itu tidak perlu diperdebatkan. "Enggak usah bahas perbedaan. Faktanya memang kita berbeda."




(UWA)