Indonesia Negara Tersulit Membuat Parpol

Riyan Ferdianto    •    Sabtu, 18 Mar 2017 13:07 WIB
partai politik
Indonesia Negara Tersulit Membuat Parpol
Ketua Umum PSI Grace Natalie (tengah) dan Ketua DPP PSI Isyana Bagus Oka (kiri) saat Rapat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (8/2/2017). Foto: MI/Susanto

Metrotvnews.com Jakarta: Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia, Isyana Bagoes Oka, menilai Indonesia adalah tempat yang paling sulit untuk mendirikan partai politik. 

"Bahkan, paling sulit di dunia," kata Isyana, dalam diskusi bertajuk Sistem Buka-Tutup Pemilu di RM Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta, Sabtu 19 Maret 2017. 

Partai baru sesuai Pasal 8 UU Nomor 8 Tahun 2002 tentang Pemilihan Umum, harus memenuhi persyaratan 100 persen kepengurusan di tingkat provinsi, 75 persen di tingkat kabupaten/kota, dan 50 persen di tingkat kecamatan di seluruh Indonesia. 

Persyaratan ini harus bisa dipenuhi agar mendapat legalitas dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. "Ini sangat sulit," kata dia.

Setelah lolos dari Kementerian Hukum dan HAM, bukan berarti partai tersebut langsung bisa mengikuti pemilihan umum. Partai baru harus pula lolos di seleksi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang persyaratannya mirip.

"Verifikasi KPU kurang lebih sama dengan Kemenkumham, tapi ada tambahan syarat anggota dengan Kartu Tanda Anggota," kata Isyana.

Isyana mengatakan, syarat tersebut semakin dipersulit dengan adanya parliamentary threshold (ambang batas parlemen). "Syarat tersebut harusnya tak perlu lagi," kata dia.


(UWA)

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

1 hour Ago

KPK kembali memeriksa mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman. Irman diperiksa sebagai saksi un…

BERITA LAINNYA