MKD Abaikan Surat Permohonan Penundaan Pemeriksaan Ade Komarudin

Anindya Legia Putri    •    Rabu, 30 Nov 2016 14:46 WIB
berita dpr
MKD Abaikan Surat Permohonan Penundaan Pemeriksaan Ade Komarudin
Ketua DPR RI Ade Komarudin (Foto:MI/Susanto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua MKD DPR Syarifudin Sudding mengatakan, proses pengambilan keputusan untuk memberhentikan Ketua DPR Ade Komarudin sebagai hasil dari beberapa kasus yang dilaporkan, sesuai hukum acara yang berlaku. Sudding membantah, putusan diambil berkaitan dengan Rapat Paripurna DPR yang akan digelar sore ini terkait pemberhentian Ade sebagai Ketua DPR.

"Tidak ada kaitannya sama sekali. Sekali lagi kami sudah jadwalkan agenda persidangn MKD dan hari ini sudah diagendakan untuk putusan perkara no 62 dan 66. Ini barangkali secara kebetulan. Dari awal kami sudah sepakati agenda pemerikasaan ini. Kemudian hari ini ambil keputusan sudah sesuai agenda yang disepakati sebelumnya," kata Sudding saat ditemui di ruang MKD, Rabu (30/11/2016).

Sebagaimana diketahui, untuk perkara dengan nomor register 66, Ade dilaporkan oleh anggota DPR di Badan Legislasi, karena dianggap menunda-nunda pembahasan RUU Tembakau dan dijatuhkan sanksi sedang berupa pemberhentian sebagai Ketua DPR. Dan terkait perkara dengan nomor register 62, perkara yang diadukan oleh anggota DPR Komisi VI, terkait dengan PMN (Penyertaan Modal Negara), Ade dijatuhi sanksi ringan berupa teguran tertulis.

Namun dalam memproses perkara tersebut, MKD belum mendapatkan keterangan dari pihak terlapor, yakni Ade Komarudin. Pemanggilan terhadap Ade baru berjalan dua kali. Pemanggilan kedua, dijadwalkan pada hari ini. Terburu-burunya MKD memproses kasus ini tampak dari tak diindahkannya surat permohonan penundaan  pemeriksaan Ade sebagai terlapor.

"Yang bersangkutan meminta penundaan, tapi tidak ada kepastian. Biasanya diminta dijadwalkan ulang. Tapi di surat tersebut tidak ada kejelasan kapan dijdwalkan ulang. Tidak ada kepastian. Agenda MKD sudah banyak. MKD masih ada 6 hingga 7 kasus," ucap Sudding.

Berikut isi surat permohonan Ade Komarudin, yang meminta penundaan pemeriksaan karena saat ini sedang berada si Singapura untuk mencari second opinion terkait kesehatannya.

Yth. Bpk/lbu Pimpinan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD)
Di-Jakarta

Dengan Hormat,
Melalui surat ini, saya yang bertandatangan di bawah ini:

Nama: Dr. Ade Komarudin
Jabatan: Ketua DPR RI
NomorAnggota: A-262/F-PG

Sehubungan dengan adanya surat Nomor: 223/SK-MKD/XI/2106 perihal undangan Kedua Sidang Penyelidikan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) pada hari Rabu, 30 November 2016. Terkait hal tersebut saya memberitahukan kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) tidak bisa hadir dalam undangan tersebut dikarenakan pada waktu yang bersamaan saya harus melakukan pemeriksaan segera yang tidak bisa ditunda untuk mendapatkan second opinion di Rumah Sakit di Singapura berdasarkan permintaan dokter dari Indonesia. Jika dokter mengizinkan, saya siap diperiksa pekan depan.

Demikian surat pemberitahuan ini saya buat agar dapat dimaklumi dan atas perhatiaanya saya ucapkan terima kasih.



(ROS)

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

43 minutes Ago

Dia menegaskan hanya menyampaikan kinerjanya saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta defenit…

BERITA LAINNYA