Novanto Diharapkan Jaga Citra Parlemen

   •    Rabu, 30 Nov 2016 05:54 WIB
pergantian ketua dpr
Novanto Diharapkan Jaga Citra Parlemen
Presiden Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (kanan) seusai jamuan makan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 22 November 2016. Antara Foto/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Proses suksesi Ketua DPR dari Ade Komarudin ke Setya Novanto tidak mendapat resistensi dari fraksi-fraksi. Catatannya ialah Novanto diharapkan memiliki komitmen untuk menjaga citra lembaga parlemen.

"Yang jadi masalah bagi kami, jangan sampai Novanto, dengan pengalamannya, merusak citra DPR seperti di masa lalu. Kami harap Novanto memimpin DPR dengan baik," kata Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem Johnny G. Plate tidak mempermasalahkan proses pergantian itu sepanjang memenuhi empat aspek.

Klik: Ical Setuju Setnov Kembali Jadi Ketua DPR

Pertama, kesesuaian dengan Undang-Undang MD3 (MPR, DPR, DPD, dan DPRD) dan Tata Tertib DPR. Kedua, kepedulian terhadap masukan dari masyarakat. Ketiga, pertimbangan dinamika politik terkini yang sedang gaduh dengan isu SARA. Keempat, perbaikan kepemimpinan Novanto.

"Pengalaman yang ada harus jadi guru yang baik dan harus diperbaiki," saran Plate.

Novanto pernah terlibat kasus 'papa minta saham' dan disidang di Mahkamah Kehormatan Dewan. Namun, sebelum ada keputusan, Novanto mengundurkan diri dari kursi Ketua DPR.


Ade Komarudin dan Setya Novanto. Antara Foto

Ketua Fraksi PPP Reni Marlinawati mengakui pergantian itu merupakan sebuah kelaziman. Anggota Fraksi Partai Hanura Sarifuddin Sudding meminta musyawarah mufakat dalam rapat paripurna pengesahan pergantian Ketua DPR itu.

Sementara itu, Wakil Ketua Fraksi PDIP Arif Wibowo memandang persoalan pimpinan DPR itu butuh perubahan UU MD3. Fokusnya ialah pengembalian komposisi pimpinan DPR sesuai dengan asas proporsionalitas jumlah kursi Dewan yang diraih.

Klik: Megawati tak Ikut Campur Pergantian Ketua DPR

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menghargai sikap Ade yang menyerahkan proses pergantian pada aturan berlaku. Proses pergantian itu pun sudah disepakati di rapat pimpinan DPR, kemarin.

Dalam pertemuan dengan Idrus, Ade meminta pengunduran waktu jadwal rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR Kamis 1 Desember yang mengagendakan jadwal Rapat Paripurna DPR soal pergantian ketua. Alasannya, Ade mesti terbang ke Singapura untuk mencari opini kedua soal kesehatannya, kemarin sore.

Idrus menolak permintaan itu. Akhirnya, rapat Bamus DPR digelar tadi malam tanpa kehadiran Ade.

"Saya sebenarnya ingin hadir agar tidak menimbulkan fitnah ke saya maupun ke partai. Namun, faktanya seperti itu. Ada atau tidak ada saya, silakan (diproses)," ujar Ade.

Hingga berita ini dimuat Media Indonesia pukul 23.00 WIB, rapat Bamus DPR belum selesai.

 


(TRK)