PBNU Minta Pemerintah Hati-hati Membahas RUU Pesantren

Achmad Zulfikar Fazli    •    Kamis, 10 Jan 2019 19:26 WIB
pesantren
PBNU Minta Pemerintah Hati-hati Membahas RUU Pesantren
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj. Foto:Medcom.id/Krispen.

Jakarta: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mewanti-wanti pemerintah agar berhati-hati membahas RUU Pesantren. Dia tak ingin RUU itu mengganggu independensi pesantren.
 
"Selama ini kan pesantren independen, ciri khas pesantren kan di situ. Enggak kayak pesantren yang mainstream," kata Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siraj di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis, 10 Januari 2019.
 
Dia mengatakan, pemerintah sangat perhatian dengan pesantren. Namun, jika berganti kepemimpinan, Kiai said tak ingin pesantren diintervensi dengan memanfaatkan UU Pesantren.
 
"Kalau rezimnya beda, tidak senang pesantren, bisa intervensi dengan UU itu. Jadi jangan sampai terjadi," katanya.

Baca: Menag Ingin RUU Pesantren Jaga Identitas Ponpes

RUU Pesantren kata Said pernah ditolak Kiai Bisri Syansuri, kakek dari mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gusdur). Gusdur juga pernah menolaknya,  karena itu, Kiai Said mewanti-wanti agar pembahasan RUU Pesantren dilakukan secara hati-hati.
 
"Kita harus hati-hati, syukur kalau semuanya positif untuk membesarkan atau menghidupi pesantren," ujarnya.
 
Dia mengungkapkan, masalah anggaran menjadi salah satu yang paling menonjol. Dia ingin anggaran pesantren dapat diberikan merata.
 
"Itu yang menimbulkan (masalah), soalnya ada 27 ribu pesantren lebih. Ada yang dapat atau enggak, kalau yang tidak dapat kan akan tegang," ujarnya.




(FZN)

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

2 weeks Ago

Jakarta: KPK menahan anggota DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari, Senin, 1 April 2019. Markus me…

BERITA LAINNYA