Presiden Paparkan Kontribusi Indonesia bagi Perdamaian Dunia

Antara    •    Rabu, 14 Feb 2018 12:42 WIB
presiden jokowi
Presiden Paparkan Kontribusi Indonesia bagi Perdamaian Dunia
Presiden Jokowi--Antara/Cahyo

Ambon: Presiden Joko Widodo memaparkan berbagai kontribusi Indonesia bagi terwujudnya perdamaian dunia kepada para kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Ambon. Salah satunya membantu perjuangan Palestina melawan penindasan dan ketidakadilan.

"Kita ingat, tahun 2016 menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa OKI. Kita juga membuka konsulat kehormatan di Ramallah. Kita juga mendorong KTT di Istanbul yang menentang pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel," ujar Joko Widodo saat menyampaikan sambutan pada Pembukaan Kongres ke-30 dan Peringatan Dies Natalis ke-71 HMI  yang digelar di Auditorium Universitas Pattimura, Ambon, Rabu, 14 Februari 2018.

Sementara itu, terhadap para pengungsi Rohingya di perbatasan Bangladesh dan Myanmar, kata dia, Indonesia juga aktif memberikan bantuan kemanusiaan. Sekaligus menjalankan upaya diplomasi damai bagi pihak-pihak yang berseteru.

Dia menambahkan, pada Januari 2018 ia berkunjung ke Sri Lanka, Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan. "Saya berkunjung ke Cox's Bazar lokasi pengungsian dan kondisinya memprihatinkan," ucapnya.

Jokowi sapaan Joko Widodo menjelaskan perihal kunjungannya ke Afghanistan. Ia bersikeras hadir di negara yang saat ini sedang didera konflik persaudaraan itu. Meski ancaman keamanan ada di depan mata, ia tetap ingin menunjukkan keseriusan dan kepedulian Indonesia mewujudkan perdamaian di Afghanistan. "Kenapa saya tetap pergi ke Kabul? Karena pentingnya persaudaraan dan persatuan," ujarnya.

Baca: Langkah Jokowi ke Afghanistan Dinilai Sangat Berani

Sejumlah kunjungan ke negara-negara yang tengah mengalami krisis kemanusiaan akan semakin menyadarkan Indonesia bahwa persaudaraan dan persatuan adalah hal yang tak ternilai. Pada kesempatan itu Jokowi menyampaikan pesan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani bahwa sebagai negara besar yang beragam, Indonesia tetap harus menjaga persatuannya.

"Betapa mundurnya jauh sekali gara-gara konflik perang (di Afghanistan). Sebab itu, titipan Presiden Ashraf Ghani saya ingat betul. Jangan sampai ada konflik antarsuku, antaragama, dan antarkampung. Tegas saja kalau ada konflik seperti itu, jangan beri waktu bagi konflik untuk berkembang," tuturnya.

Dalam acara tersebut Jokowi turut didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Maluku Said Assagaff. Selain itu juga hadir Tokoh Senior KAHMI Akbar Tanjung dan Ketua Umum Pengurus Besar HMI Mulyadi Tamsir.

Selain itu tampak hadir Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy.



(YDH)