Andi Arief Kembali Memojokkan Sandiaga Uno di Twitter

M Sholahadhin Azhar    •    Kamis, 09 Aug 2018 14:54 WIB
pilpres 2019
Andi Arief Kembali Memojokkan Sandiaga Uno di <i>Twitter</i>
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Foto: MI/Ramdani

Jakarta: Politikus Partai Demokrat Andi Arief kembali menebar kecaman di laman media sosial Twitter-nya. Sasarannya masih mengarah ke Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno. Ia menuding Sandi mencoba menggulingkan rencana pencalonan pasangan Prabowo Subianto dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Suatu hari utusan Sandi Uno diutus bertemu saya untuk menggulingkan pencalonan Prabowo-AHY menjadi Sandy-AHY (Sandiaga Uno-AHY). Esoknya saya ditemukan dengan Sandi Uno. Saya sampaikan ke SBY (Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono), lalu SBY bilang: 'Saya tak akan pernah khianati Prabowo,'" demikian twit Andi.

Dua twit selanjutnya lebih ke arah meluruskan cuitan Andi sehari sebelumnya yang memojokkan Ketua Umum Prabowo Subianto. Andi sempat menuduh Prabowo sebagai 'Jenderal Kardus'.

Berikut cuitan Andi:




Meski begitu, Partai Demokrat menyatakan tak menggubris celotehan Andi. Apa yang dikatakan Andi tak lain adalah sikap pribadinya.

Saat ini Demokrat masih mengelar rapat darurat di kediaman SBY di Kuningan, Jakarta Selatan. Sebelum rapat digelar, Prabowo menemui SBY selama sekitar 30 menit.

"Kalau suara resmi partai itu pasti ketum (ketua umum) atau menugaskan sekjen (sekretaris jenderal). Di luar itu tidak bisa dianggap suara partai," kata Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, saat dikonfirmasi, Kamis, 9 Agustus 2018

Baca: Pernyataan Andi Arief Disebut tak Mewakili Demokrat

Kemarin, Andi Arief membuat heboh jagat Twitter dengan menyebut Prabowo sebagai 'Jenderal Kardus'. Dia mengatakan Prabowo lebih tertarik dengan uang yang digelontorkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Pernyataan mengejutkan ini disampaikan dua hari jelang batas waktu pendaftaran calon presiden dan wakil presiden.

"Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke Kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jenderal kardus," tulis Andi Arief lewat akun Twitter-nya, Rabu, 8 Agustus 2018 malam.




(UWA)