Pertimbangan Jokowi Memilih Kiai Ma'ruf Amin

Achmad Zulfikar Fazli    •    Kamis, 09 Aug 2018 18:48 WIB
pilpres 2019
Pertimbangan Jokowi Memilih Kiai Ma'ruf Amin
Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin dalam diskusi Refleksi Kebangsaan 71 Tahun Muslimat NU di Jakarta. Foto: MI/Arya Manggala.

Jakarta: Presiden Joko Widodo dan partai koalisi telah memutuskan Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden (cawapres) untuk Pilpres 2019. Keputusan diambil atas dasar aspirasi dari berbagai pihak.

"Setelah perenungan yang mendalam dan mendengarkan masukan dari elemen masyarakat. Saya memutuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari koalisi bahwa yang akan mendampingi saya sebagai calon wakil presiden adalah Profesor Doktor Kiai Haji Ma'ruf Amin," kata Jokowi dalam konferensi pers di Plantaran Menteng, Jakarta, Kamis, 9 Agustus 2018.

Menurut dia, Ma'ruf Amin dipilih karena kaya pengalaman. Dia pernah menjadi anggota DPRD, DPR, MPR, juga Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Dia juga rais 'aam PBNU dan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca: KH Ma'ruf Amin Cawapres Jokowi

"Kaitannya dengan kebinekaan, Ma'ruf Amin juga menjabat sebagai dewan pengarah BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila)," ucap dia.

Jokowi menambahkan keputusan pengusungan capres dan cawapres ini juga sudah ditandatangani oleh seluruh petinggi partai koalisi. Selanjutnya, pasangan Jokowi-Ma'ruf mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jumat, 10 Agustus 2018.


(OGI)