Yenny: Waspadai Politik Kebencian di Pilpres 2019

Thomas Harming Suwarta    •    Rabu, 08 Aug 2018 13:06 WIB
ujaran kebencianpilpres 2019
Yenny: Waspadai Politik Kebencian di Pilpres 2019
Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid menjadi pembicara kunci pada acarai deklarasi dan diskusi Melawan Teror Dari Kampus Menyebar Damai di kampus UNJ, Jakarta, Rabu (23/5/2018). Foto: MI/Mohamad Irfan

Jakarta: Direktur Wahid Foundation Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai maraknya politik kebencian di Pilpres 2019.

"Kita punya pengalaman buruk dengan ujaran kebencian ini ketika Pilkada DKI 2017 lalu dan kita tidak berharap hal yang sama juga terjadi di Pilpres 2019," ujar perempuan yang karib dipanggil Yenny Wahid saat meluncurkan Laporan Tahunan Kemerdekaan Beragama dan Berkeyakinan (KBB) dan Politisasi Agama 2017 Wahid Foundation di Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018.

Masalah terbesar yang harus diwaspadai kata dia adalah penggunaan idiom atau simbol agama secara eksesif dan tidak tepat di ruang-ruang politik. Selain itu adanya usaha sebagian kelompok yang memanfaatkan perasaan tidak suka, rasa terancam dan kebencian terhadap kelompok yang berbeda untuk meraih dukungan politik.

"Artinya ini jadi alat politik semata. Padahal kita berharap kontestasi Pilpres adalah kesempatan untuk mengadu program bukan ajang saling mengancam dan menakut-nakuti dengan dalil agama. Ini harus kita waspadai bersama," tegas Yeni.

Dalam konteks itu kata dia negara dan terutama penyelenggara Pemilu bisa menyiapkan sistem deteksi dini mengantisipasi meningkatnya ujaran kebencian menjelang Pilpres dan Pileg 2019.

"Dan tentu saja kami juga mendorong organisasi masyarakat sipil agar meningkatkan penyebaran semangat toleransi di masyarakat sementara pada saat yang sama elit politik harus memberi contoh bagaimana berpolitik secara santun dan bermartabat," kata dia.


(MBM)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA