PSI Minta Bawaslu Usut `Pelicin` Rp500 Miliar

Misbahol Munir    •    Kamis, 09 Aug 2018 16:16 WIB
pilpres 2019
PSI Minta Bawaslu Usut `Pelicin` Rp500 Miliar
Ketum PSI Grace Natalie. Foto: MI/Susanto

Jakarta: Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie meminta kasus duit `pelicin` Sandiaga Salahudin Uno diusut. Sandiaga, seperti dituding Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief, menyetor Rp500 miliar kepada PAN dan PKS agar melapangkan jalannya menjadi calon wakil presiden Prabowo Subianto.

"Jika pernyataan itu benar, tentu sangat memprihatinkan. Seharusnya untuk pemilihan jabatan publik, tidak ada money politics. Ini merupakan pendidikan politik yang buruk sekaligus pelanggaran terhadap Undang-Undang Pemilu," kata Grace di Jakarta, Kamis, 9 Agustus 2018.

Baca juga: Andi Arief Kembali Memojokkan Sandiaga Uno di Twitter

Grace mengatakan, Pasal 228 Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 jelas melarang praktik penyuapan seperti yang dituduhkan tersebut. "Setiap orang atau lembaga dilarang memberikan imbalan kepada partai politik dalam bentuk apa pun dalam proses pencalonan Presiden dan Wakil Presiden," kata Grace.

Grace meminta, Bawaslu dan penegak hukum mengusut dugaan pelanggaran hukum tersebut.  "Ini tuduhan serius. Pihak Partai Demokrat harus bisa menjelaskan apakah tuduhan itu didasarkan bukti atau sekadar ungkapan kemarahan semata," kata dia.

Baca juga: Andi Arief Sebut Prabowo Jenderal Kardus

Menurut Grace, seharusnya parpol memilih calon wakil presiden yang memiliki integritas dan kapabilitas, bukan karena setoran uang. "Rakyat Indonesia membutuhkan pemimpin yang berintegritas dan cakap,. Bukan yang sekadar bisa membagi-bagi uang atau yang bersedia menerima suap," kata dia.


(MBM)