PKB Tuding SBY Bermanuver Lewat Isu Kemiskinan

Whisnu Mardiansyah    •    Jumat, 03 Aug 2018 01:35 WIB
kemiskinansby
PKB Tuding SBY Bermanuver Lewat Isu Kemiskinan
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menuding Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bermanuver dengan memainkan isu kemiskinan. Validitas data yang dipaparkan SBY pun dipertanyakan.

"Ya kalau dinyatakan hari ini itu politis, jadi maknanya sedang melakukan manuver politik begitu," kata Jazilul di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 2 Agustus 2018.

Baca: Membedah Klaim SBY soal Kemiskinan

Menurut Jazilul, angka kemiskinan yang dipaparkan SBY masih perlu dibuktikan. Ia menilai menggunakan isu ekonomi demi politik pragmatis sangat berbahaya. 

"Karena ini tahun politik, selain hanya kritik, ada upaya-upaya untuk menurunkan begitu. nah upaya-upaya menurunkan ekonomi Indonesia ini paling berbahaya, ini bahaya," jelas politikus PKB itu. 

Sebelumnya, SBY melalui unggahan di akun twitter pribadinya menyebutkan angka kemiskinan di Indonesia masih cukup tinggi jika mengandalkan standar Bank Dunia. Lembaga internasional tersebut memiliki kategori bahwa mereka yang memiliki penghasilan di bawah US$ 2 per hari atau sekitar Rp 864 ribu per bulan adalah kelompok masyarakat miskin.

?Baca: Gerinda Umumkan Cawapres 6 Agustus

Bila ukuran itu menjadi acuan, kata SBY, lebih dari 40 persen atau sekitar 100 juta masyarakat Indonesia berada dalam garis kemiskinan. Perdebatan ini muncul setelah  Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka kemiskinan Indonesia 9,82 persen atau terendah dalam sejarah. Belakangan Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan bahwa data BPS cukup valid sebagai rujukan.



(DRI)