PPATK Digandeng Usut Mahar Rp500 Miliar

Arga sumantri    •    Kamis, 09 Aug 2018 15:51 WIB
pilpres 2019
PPATK Digandeng Usut Mahar Rp500 Miliar
Komisioner Bawaslu Fritz Edward Siregar. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Jakarta: Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) akan dilibatkan mengusut dugaan mahar Rp500 miliar terhadap Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Fulus itu disebut diberikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno untuk memuluskan kursi calon wakil presiden (cawapres).

"Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) bisa meminta bantuan dari PPATK misalnya, ataupun bisa dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," kata anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Kamis, 9 Agustus 2018.

Fritz mengatakan pelibatan dua lembaga itu untuk mengusut ada tidaknya aliran dana dari seseorang kepada partai politik. Selain mengusut aliran uang, ada beberapa tahapan lain yang harus dilakukan selama proses penelusuran. 

"Langkah-langkah itu pertama harus dari Bawaslu, klarifikasi, apabila terbukti nanti masuk ke sentra Gakkumdu untuk membuktikan aliran uangnya dan nanti kita akan menunggu waktu putusan pengadilan," ujar dia. 

Baca: Gerindra: Cuitan Andi Arief Dongeng

Menurut dia, aturan soal mahar politik merujuk Pasal 228 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Aturan itu jelas melarang partai politik menerima imbalan dana jenis apapun dalam proses pencalonan.

Salah satu ancaman sanksinya, yakni parpol yang terbukti menerima mahar politik tidak boleh mencalonkan capres dan cawapres di pemilu berikutnya. Hukuman jangka dekat, pasangan capres dan cawapres yang diusung parpol tersebut juga terancam didiskualifikasi. 



(OGI)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA