Masinton: Seluruh Elemen Harus Bersatu Cegah Aksi Terorisme

Deny Irwanto    •    Kamis, 17 May 2018 10:02 WIB
Teror Bom di SurabayaTeror di Mapolda Riau
Masinton: Seluruh Elemen Harus Bersatu Cegah Aksi Terorisme
Anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu--Antara/Puspaperwitasari

Jakarta: Anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu berharap aparat keamanan mampu membendung rencana aksi teroris. Baik Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), maupun Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) diminta lebih intens berkomunikasi.

"Karena hari ini jelas ada situasi yang perlu diantisipasi cepat, maka seluruh elemen bangsa ini harus bersatu untuk mencegah terulangnya aksi terorisme," kata Masinton kepada Medcom.id, Kamis, 17 Mei 2018.

Baca: Ratusan Bahan Pembuat Bom Disita dari Rumah Terduga Teroris

Menurut Masinton, korps Bhayangkara saat ini menjadi sangat rentan dari serangan teroris. Polisi harus ekstra waspada saat di mana pun bertugas.

"Polisi harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan, itu baik di markasnya maupun di pos-pos polisi. Serta yang polisi yang berada di jalan raya seperti polisi lalu lintas," ucap Masinton. 



Teror terjadi di sejumlah titik sejak pekan lalu. Aksi diawali dengan perlawanan narapidana terorisme di rumah tahanan cabang Salemba, Mako Brimob, Depok, Rabu, 9 Mei 2018. Peristiwa ini menggugurkan lima polisi dan satu narapidana teroris.

Minggu 13 Mei 2018, publik dikagetkan dengan teror di Surabaya. Tiga gereja dibom satu keluarga terduga teroris. Belasan orang tewas dan puluhan luka-luka dalam peristiwa ini. Pada malam hari, ledakan juga pecah di dua titik di Sidoarjo, Jawa Timur.
 
Teror tak berhenti di situ, Senin, 14 Mei 2018, sebuah bom meledak di depan Mapolrestabes Surabaya. Pengebom meledakkan diri saat polisi memberhentikan kendaraan mereka.

Yang terbaru, serangan di Mapolda Riau pada Rabu, 16 Mei 2018 sekitar pukul 09.00 WIB. Dalam serangan tersebut menewaskan satu anggota kepolisian dan empat terduga teroris.


(YDH)