Bawaslu Diminta Bertindak Tanpa Menunggu Laporan

   •    Selasa, 15 May 2018 11:10 WIB
pemilu serentak 2019
Bawaslu Diminta Bertindak Tanpa Menunggu Laporan
Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diminta menindak partai politik yang melanggar aturan tanpa menunggu laporan masyarakat. Sebab, banyak politikus dan partai melakukan kampanye terselubung.
 
Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan, banyak kamuflase kampanye yang dilakukan partai maupun elite politik. Dia mencontohkan, ada baliho ucapan selamat menunaikan ibadah puasa dari anggota DPR, namun dikamuflasekan menggunakan nama fraksi.
 
Titik mengapresiasi Indonesia Election Watch (IEW) yang melaporkan 11 partai politik peserta Pemilu 2019 ke Bawaslu karena terindikasi berkampanye sebelum waktu yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
 
"Saya baru pulang dari Palu, mereka (bakal calon legislatif) menyiasati dengan memasang baliho mengucapkan selamat Ramadan. Penyiasatan terang- terangan terjadi di Pemilu 2019," kata Titi dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 15 Mei 2018.

Baca: 11 Partai Dilaporkan ke Bawaslu

Titi mendesak, Bawaslu tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan semua partai. "Kita berharap Bawaslu tegas, karena sekarangkjajaran Bawaslu sampai tingkat bawah desa dan kelurahan," ujarnya.
 
Titi menambahkan, seharusnya Bawaslu dapat melakukan penyelidikan tanpa harus menunggu laporan dari masyarakat.
 
"Kalau sampai masyarakat melaporkan apakah ini luput dari pengawasan Bawaslu? Sehingga harus menunggu dari masyarakat? Apakah kampanye terselubung itu sulit untuk ditindak?" tutupnya.
 
Sebelumnya, Koordinator Indonesia Election Watch Nofria Atma Rizki mencatat, 11 partai politik yang diduga melakukan kampanye melalui 3 ruang publik, yakni media audiovisual, cetak dan media luar ruang.




(FZN)