PKS Khawatir Teror Bom Dipolitisasi

Whisnu Mardiansyah    •    Senin, 14 May 2018 10:23 WIB
Teror Bom di Surabaya
PKS Khawatir Teror Bom Dipolitisasi
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera/MI/Atet Dwi

Jakarta: Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera khawatir teror bom yang belakangan terjadi di Tanah Air dijadikan 'mainan' pihak tertentu. Penegak hukum harus segera mengusut tuntas dalang di balik insiden bom di Surabaya, Jawa Timur, Minggu 13 Mei 2018.

"Semoga pihak kepolisian dapat mengungkap siapa dalang dari aksi-aksi tersebut agar tidak dipolitisasi oleh sejumlah pihak untuk maksud dan tujuan lain," kata Mardani saat dihubungi, Senin 14 Mei 2018.

Mardani menyadari banyak tudingan menyudutkan PKS dikaitkan dengan insiden bom di Surabaya. Misal, adanya rekayasa dan pengalihan isu.

"Publik harus waspada terhadap kemungkinan politisasi aksi bom ini. Saling tuduh sehingga mengaburkan substansi," tegas Mardani.

Baca: Ledakan Bom Mengguncang Mapolrestabes Surabaya

Mardani menegaskan persoalan teror di Indonesia tak akan selesai tanpa kerja sama semua pihak. Buntutnya, justru muncul teror lain berupa cercaan dan penggiringan opini bila selalu saling tuduh.

"Harus ada penyelesaian melalui penegakan hukum dan kerja intelijen harus lebih keras lagi untuk membuka tabir di mana dan siapa akar masalah ini. Dan masyarakat jangan diarahkan pada satu framing tertentu," ujar dia.

Ledakan mengguncang Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro, Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, dan Gereja Pentakosta di Jalan Arjuna, Surabaya, Jawa Timur. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB.

Baca: 3 Orang Tewas Akibat Ledakan di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo

Hingga saat ini, tercatat 13 orang tewas dalam tiga kejadian tersebut. Dua di antaranya polisi. Korban luka dan tewas dibawa ke beberapa rumah sakit, yakni RS William Booth dan RSUD dr Soetomo.

Ledakan kembali terjadi di Sidoarjo. Kali ini ledakan terjadi di rumah susun milik keluarga Anton Febrianto. Anton diduga dalang ledakan karena tim Gegana sempat melihat Anton masih memegang pemicu ledakan ketika petugas berada di lokasi. Petugas kemudian melumpuhkan pelaku dengan beberapa tembakan.

Pagi ini, bom kembali meledak di Mapolrestabes Surabaya. Belum diketahui jumlah korban tewas maupun luka dalam insiden tersebut.


(OJE)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

4 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA