DPD Perkuat Diplomasi Ekonomi dengan Mitra Asing

Anindya Legia Putri    •    Kamis, 14 Sep 2017 17:44 WIB
berita dpd
DPD Perkuat Diplomasi Ekonomi dengan Mitra Asing
BKSP DPD menggelar FGD dengan tema Kemitraan Strategis Daerah dan Luar Negeri dalam Memperkuat Diplomasi Ekonomi RI dan Pembangunan Daerah.

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD menggelar focus group discussion (FGD) dengan tema Kemitraan Strategis Daerah dan Luar Negeri dalam Memperkuat Diplomasi Ekonomi RI dan Pembangunan Daerah. Forum ini diharapkan bisa memperkuat kemitraan dalam bidang ekonomi.

Hadir dalam FGD tersebut Wakil Ketua DPD Nono Sampono, Wakil Ketua BKSP DPD GKR Ayu Koes Indriyah, Duta Besar (Dubes) Kerajaan Arab Saudi, Dubes Qatar, Wakil Dubes Brasil, Wakil Dubes Mexico, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri,

Kemudian, ada Deputi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Pendanaan Pembangunan, Deputi Kepala Bidang Promosi Penanaman Modal, Badan Koordinasi Penanaman Modal, perwakilan Dubes Inggris dan Irlandia Utara, perwakilan Korea International Cooperation Agency, perwakilan United Nations Development Program, serta perwakilan Taipeh Economic and Trade Office.

GKR Ayu Koes Indriyah mengatakan, kerja sama internasional merupakan keharusan dalam pergaulan dan persahabatan yang bermartabat dan saling menghormati di antara bangsa-bangsa di dunia yang berdaulat. Indonesia, sejak awal menerapkan politik luar negeri yang bebas dan aktif dengan berbagai negara sebagai bagian dari ikut menjaga perdamaian dan ketertiban dunia.

Melalui berbagai bentuk kerja sama, Indonesia dan dunia internasional dapat mengembangkan berbagai usaha untuk mengatasi tantangan-tantangan Agenda Pembangunan Berkelanjutan Tahun 2030, pengentasan kemiskinan, terorisme, perdagangan manusia dan obat terlarang, perdagangan bebas dan globalisasi.

"Saya berharap para narasumber dapat memberikan masukan dan pandangan mengenai model dan bentuk kerja sama internasional untuk pembangunan daerah yang perlu dan dapat dikembangkan BKSP DPD khususnya, dan daerah pada umumnya, dengan pihak dan mitra luar negeri untuk masa 5-10 tahun," kata GKR Ayu Koes Indriyah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis 14 Agustus 2017.

Indonesia akan memasuki era bonus demografi, di mana penduduk berusia muda akan jauh lebih banyak dibanding penduduk berusia anak-anak dan lanjut usia. Kelas menengah akan bertambah sehingga dapat menjadi kekuataan pasar yang potensial namun merupakan kelompok masyarakat yang kritis di bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya.

Menurut dia, daerah-daerah di Indonesia mendapat otonomi lebih luas untuk mencapai kemandirian, produktivitas, dan daya saing di berbagai bidang. Semua memiliki tantangan yang perlu diatasi dan dicarikan melalui kerja sama internasional dengan berbagai sahabat dan mitra luar negeri yang saling menguntungkan dan berdampak positif bagi persahabatan antar bangsa.

"Saya berharap kita semua dapat terus mengembangkan pertemuan seperti ini kembali di masa yang akan datang, dengan tema lain yang lebih spesifik dan peserta yang lebih besar," ucap GKR Ayu.

Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono menyampaikan, Indonesia sebagai negara bangsa moderen bukan sekadar melakukan reformasi, tetapi sedang melakukan transformasi di berbagai sektor kehidupan bernegara dan berbangsa.

Transformasi meliputi sistem politik yang otoritarian menjadi sistem politik demokratis, sistem pemerintahan yang sentralistis menjadi desentralistis, ekonomi berbasis sumber daya alam menuju ekonomi kreatif. Hubungan luar negeri yang berfokus kepada kepentingan sendiri menuju hubungan luar negeri yang memiliki fokus kepada kepentingan lebih luas, serta pendekatan keamanan menjadi pendekatan kemakmuran.

"Indonesia tidak boleh menghindari perubahan episentrum ini karena akan menentukan berbagai hal di dalam negeri seperti daya saing, produktivitas, ancaman non-tradisional, dan relevansi kita sebagai negara bangsa yang bersatu dan berdaulat," jelas Nono.


(TRK)