Butuh Keajaiban Bentuk Poros Ketiga

Whisnu Mardiansyah    •    Senin, 12 Mar 2018 12:12 WIB
pilpres 2019
<i>Butuh Keajaiban Bentuk Poros Ketiga</i>
Ketum PAN Zulkifli Hazan/ANT/Wahyu Putro

Jakarta: Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menegaskan sangat tipis kemungkinan terbentuknya poros ketiga pada Pemilu Serentak 2019. Zulkifli memandang secara rasional Pilpres 2019 hanya diikuti dua poros.
 
"Kalau poros ketiga itu keajaiban baru bisa terjadi," tegas Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 2 Maret 2018.

Ketua MPR itu menjelaskan belum ada pertemuan resmi antarketua umum lima parpol yang belum menyatakan dukungan untuk poros tertentu. Namun, politik yang cair membuat semua peluang masih bisa terjadi.

"Baru pertemuan-pertemuan informal antara parpol, jadi semua kemungkinan masih terbuka," ujar Zulkifli.

Baca: Zulkifli Pesimistis Kandidat Poros Ketiga Bisa Lawan Jokowi

Posisi PAN dan Partai Demokrat sangat menentukan terbentuknya poros ketiga. Hanya butuh satu tambahan parpol untuk memenuhi ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden, bila keduanya sepakat bergabung.

Sayangnya, Zulkifli terkesan tak percaya diri soal itu. "Iya makanya saya bilang dua poros. Tapi kalau ada ketiga itu perlu ada keajaiban," tegas eks Menteri Kehutanan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Baca: Roy Suryo Anggap Poros Ketiga Menguntungkan

Ia juga menerangkan perlu pembicaraan lanjutan soal syarat koalisi yang dilempar Demokrat. Tiga syarat yang diajukan Partai Demokrat ialah pertimbangan visi dan misi, faktor kepercayaan berkoalisi, serta platform dan agenda koalisi ke depan.

Zulkifli tak terlalu memusingkan karena semua parpol memiliki syarat tertentu dalam berkoalisi. "Kita hormati, kita juga punya hak kan. Partai lain juga  punya. Nah itu lah makanya perlu pertemuan-pertemuan paling tidak informal dulu," ujar dia.


(OJE)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

1 day Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA