PDI Perjuangan Ogah Kaitkan Pilkada dengan Pilpres

Haifa Salsabila    •    Rabu, 10 Jan 2018 01:38 WIB
pilpres 2019pilkada 2018
PDI Perjuangan Ogah Kaitkan Pilkada dengan Pilpres
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Foto: Antara/Galih Pradipta

Jakarta: Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto ingin Pilkada serentak 2018 tak dikaitkan secara berlebihan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Hasto menilai hal itu mengecilkan suara rakyat. 

"Pilkada merupakan momentum konsilidasi politik partai iya, tapi mengaitkan secara berlebihan dengan Pilpres itu seperti mengkerdilkan kesejatian suara rakyat," ujar Hasto di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Jakarta Pusat, Selasa 9 Januari 2018. 

Hasto mengatakan, sebaiknya partai politik tak menganggap kemenangan di Pilkada akan jadi penentu kemenangan di Pilpres mendatang. Sebab, kata dia rakyat tetap memiliki peran penting dalam ajang pemilihan nanti. 

"Boleh kita membuat perencanaan kalau kita menang Pilgub, kemudian kita akan menang pilpres. Itu secara linear kalau dipimpin oleh kader partai dan itu juga belum tentu," sambung Hasto.

Hasto menilai tak mungkin gubernur terpilih dapat mempengaruhi hingga mengubah suara rakyat terkait calon Presiden yang dipilih nanti. Apalagi, rentang waktu pilkada dan pilpres hanya beberapa bulan saja.

"Emang nanti Gubernur bisa memaksa seluruh rakyat untuk mendukung pilihan Presidennya? Kan tidak," ucapnya. 

Hasto memastikan PDI Perjuangan tak pernah mengganggap pilkada 2018 sebagai penentu peta politik pilpres 2019. "Untuk kami tidak. Kami tetap percaya bahwa rakyatlah hakim tertinggi," ujar Hasto.


(AGA)