Penolakan AS Terhadap Panglima Diyakini tak Terkait Dokumen CIA

Ilham wibowo    •    Senin, 23 Oct 2017 13:58 WIB
panglima tni
Penolakan AS Terhadap Panglima Diyakini tak Terkait Dokumen CIA
Presiden Joko Widodo dan Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo. Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: US Custom and Border Protection sempat menolak kedatangan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke Amerika Serikat. Namun, insiden itu diyakini tak terkait dengan terbongkarnya 39 dokumen rahasia CIA tentang G30S/PKI dan instruksi pemutaran film PKI yang diinstruksikan Gatot.
 
Peneliti Bidang Perkembangan Politik Internasional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dewi Fortuna Anwar, mengatakan, AS merupakan negara yang menerapkan kebijakan ketat bagi kedatangan anggota militer aktif maupun non-aktif dari negara lain.
 
"Kalau kita masuk ke AS selalu ditanya formulir visa nya, apakah anda anggota militer, apakan anggota para militer, apakah anda pernah telibat pelanggaran HAM. Itu persoalan yang selalu harus diisi," kata Dewi kepada Metrotvnews.com, Senin 23 Oktober 2017.

Baca: Panglima TNI Ditolak Masuk AS Persoalan Serius 

Dewi mengungkapkan, tragedi dugaan pelanggaran HAM di Indonesia menjadi sorotan AS. Anggota militer Indonesia, kata dia, tak boleh masuk ke wilayah AS dengan alasan aktifitas dan keterlibatan sebelumnya. Akan tetapi, alasan tesebut hanya berlaku bagi individu, bukan lembaga negara seperti TNI.
 
"Biasanya untuk orang yang langsung terlibat (dugaan pelanggaran HAM)," kata Dewi.
 
Pelanggaran HAM belakangan kembali diperbincangkan setelah deklasifikasi arsip milik Pemerintah AS terkait peristiwa 1965 di Indonesia dirilis ke publik. Meski demikian, menurut Dewi, tragedi tersebut tidak serta merta dikaitkan dengan Gatot yang memiliki matra Angkatan Darat.

Baca: Peneliti LIPI: Pencekalan AS Atas Panglima TNI Misterius

Menurut Dewi, pemerintah Indonesia sudah tepat melakukan proses nota diplomatik untuk meminta klarifikasi kepada pemerintah AS. Pemerintah Indonesia, kata dia, harus siap jika alasan otoritas AS terkait dengan tragedi pelanggaran HAM.
 
"Menarik kalau tragedi 1965 ini berpengaruh, tapi kalau urusan 1965 dia (Gatot) secara individual tidak terlibat (pelanggaran HAM)," katanya.




(FZN)

KPK akan Pelajari Laporan Harta Kekayaan Novanto

KPK akan Pelajari Laporan Harta Kekayaan Novanto

4 hours Ago

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Setya Novanto menjadi pintu masuk Kom…

BERITA LAINNYA