Sibuk, Presiden Belum Tandatangani Ampres RUU Pemilu

Githa Farahdina    •    Rabu, 19 Oct 2016 15:16 WIB
revisi uu pemilu
Sibuk, Presiden Belum Tandatangani Ampres RUU Pemilu
Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung -- ANT/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo belum juga mengeluarkan Amanat Presiden (Ampres) RUU Pemilu. Kesibukan Presiden disebut menjadi alasan utama molornya penyerahan Ampres.

"Ampres itu sudah ada di meja Presiden. Mudah-mudahan setelah beliau kembali hari ini dari daerah, Ampres segera ditandatangani," kata Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (19/10/2016).

Pramono menegaskan, tak ada persoalan apa pun yang membuat Presiden tidak lekas meneken amanat untuk menjadi pijakan DPR dan perwakilan pemerintah membahas RUU tersebut. Apalagi, adanya tudingan kepentingan politik di belakang itu.

(Baca: Belum Serahkan Draf RUU Pemilu, Pemerintah Diangap tak Serius)

Menurut Pramono, draf RUU Pemilu memuat hal-hal berkaitan dengan parliamentary threshold, presidential threshold, sistem Pemilu, dan lain lain. Namun, itu menjadi domain DPR.

"Pemerintah tak bisa mendikte ataupun meminta DPR menyetujui karena mereka yang jadi pelaku, mereka yang menjalankan, mereka yang secara langsung akan menggunakan itu," ucap dia.

Untuk itu, pemerintah mempersilakan fraksi atau parpol mendiskusikan dan memutuskan. Usulan pemerintah, kata Pramono, akan dipaparkan di Parlemen.

(Baca: DPR Tunggu Pemerintah Serahkan Draf RUU Pemilu)


(NIN)