Livestreaming

Kepentingan Politik PDIP di Balik Dukungannya Kepada Ahok

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 21 Sep 2016 08:04 WIB
pilgub dki 2017
Kepentingan Politik PDIP di Balik Dukungannya Kepada Ahok
Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat - MI/Arya Manggala

Metrotvnews.com, Jakarta: PDI Perjuangan resmi mengusung Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta dalam pilkada serentak 2017. Keputusan dukungan ini diberikan lantaran PDIP masih melihat tingginya tingkat popularitas dan elektabilitas Ahok, meskipun partai berlambang moncong putih itu bisa mengusung kader sendiri.

"Saya kira, PDIP sama seperti partai lain yang lebih dulu mengusung Ahok bersikap pragmatis saja dalam mendukung Ahok terutama dalam upaya mempertahankan dominasi kuasa di DKI," kata Pengamat Politik Idil Akbar kepada Metrotvnews.com, Selasa (20/9/2016).

Idil melihat ada kepentingan poltik di balik dukungan PDIP kepada mantan bupati Belitung Timur itu. Menurut dia, hal itu berupa strategi politik besar PDIP, terutama dalam mempersiapkan pemilu 2019.

Pengajar dari Universitas Padjajaran ini menyebut, ada dua strategi besar PDIP. Pertama, PDIP akan melihat kemungkinan untuk mengusung Jokowi-Ahok sebagai capres dan cawapres di pilpres 2019. "Dengan demikian (PDIP) bisa menempatkan Djarot sebagai kader sendiri sebagai gubernur DKI," tambah dia.

Idil memperkirakan hal tersebut mungkin saja terjadi. Sebab, PDIP ingin mendominasi kemenangan kembali pada pemilu 2019 di DKI Jakarta dan memberi pengaruh penting bagi kemenangan besar PDIP di seluruh Indonesia.

Kedua, bagi PDIP menguasai DKI adalah langkah strategis maha penting untuk menjadi magnet penguasaan pemilu yang lebih besar. Terlebih, PDIP sudah menempatkan kader sebagai kepala daerah di sejumlah daerah, seperti Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jawa Tengah dan Tri Rismaharini sebagai Wali Kota Surabaya.

"Maka kemenangan di DKI akan menggenapi peluang kemenangan PDIP di pemilu dan Pilpres 2019. Sehingga, strategi politik seperti bisa dijalankan ketika PDIP bisa memastikan kemenangan di DKI masih mereka miliki," kata dia.

"Oleh karena itu, logis lah mengapa PDIP mengusung Ahok karena tentu sekali lagi adalah ada pada pertimbangan pragmatis bahwa ahok memiliki popularitas dan elektabilitas yang tinggi," pungkas dia.


(REN)

Video /