Jokowi Minta Proses Administrasi tak Dipersulit

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 06 Dec 2017 17:03 WIB
birokrasi
Jokowi Minta Proses Administrasi tak Dipersulit
Presiden Joko Widodo. Foto: Antara / Aloysius Jarot Nugroho

Bogor: Presiden Joko Widodo mengingatkan kementerian, lembaga dan kepala daerah tidak mempersulit proses administrasi dalam penggunaan anggaran. Ia meminta para pembantunya melakukan penyederhanaan pelaksanaan anggaran.
 
"Sehingga orientasinya adalah hasil, bukan prosedur," kata Jokowi dalam acara Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2018 di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu, 6 Desember 2017.
 
Presiden mengaku mendapat banyak keluhan dari para guru saat menghadiri Hari Guru Nasional di Bekasi, beberapa waktu lalu. Para guru mengeluhkan rumitnya administrasi atau prosedur tunjangan, administrasi atau prosedur kenaikkan pangkat, administrasi atau prosedur mengenai sertifikasi, dan administrasi atau prosedur mengenai inpassing guru swasta.

Baca: Jokowi Ingin Birokrasi Manfaatkan Teknologi Informasi

"Beliau-beliau menyampaikan, Pak kita ini jadi tidak konsentrasi urusan belajar mengajar tapi justru habis tenaga kita untuk ngurusi administrasi, prosedur yang tadi saya sampaikan," kata Presiden.
 
Menurut dia, kerumitan proses administrasi ini bukan hanya soal urusan guru. Ia menilai masalah serupa masih banyak ditemui di sejumlah kementerian, lembaga atau pemerintah daerah. Hal itu membuat energi, pikiran dan waktu terbuang percuma.
 
"Semuanya, dari pusat sampai ke daerah, sederhanakan ini," ujar Presiden.
 


(FZN)