Cak Imin Minta Doa Pemudik Jadi Wapres

Husen Miftahudin    •    Minggu, 10 Jun 2018 18:39 WIB
pilpres 2019
Cak Imin Minta Doa Pemudik Jadi Wapres
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Foto: Husen Miftahudin/Medcom.id

Jakarta: Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) meminta doa dari para pemudik agar terpilih menjadi wakil presiden periode 2019-2024. Permintaan itu disampaikan saat melepas 20 bus yang mengangkut 1.000 pemudik di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

"Saya mohon didoakan, ya Allah jadikan Pak Muhaimin Iskandar presiden, setidak-tidaknya wakil presiden. Atau sebaliknya, ya Allah jadikan Cak Imin wakil presiden, setidak-tidaknya presiden. Amin ya robal alamin," kata Cak Imin di TIM, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 10 Juni 2018.

Cak Imin yakin doa musafirin atau sekolompok orang yang bepergian diijabah Allah. Apalagi, doa tersebut dipanjatkan saat bulan Ramadan. "Apalagi pada bulan suci Ramadan yang insyaallah setiap detik doanya dikabulkan Allah SWT," terang dia.

Baca: Tiga Alasan Cak Imin Maju Cawapres

Wakil Ketua MPR RI itu mengungkapkan menjadi wapres bukan karena ambisi pribadi. Dia berdalih itu merupakan perintah para kiai dan ulama.

"Semua karena diperintah oleh para kiai dan ulama. Kalau sudah diperintah oleh kiai dan ulama, tidak ada kata mundur bagi Cak Imin untuk berjuang dimana pun berada," tegas dia.

Ia juga mengaku ingin menjadi wapres lantaran melihat Indonesia yang kini dibanjiri produk-produk impor. Dia berjanji bakal menyetop seluruh kebijakan perdagangan yang menghalalkan produk impor masuk ke Indonesia, jika terpilih menjadi wapres.

"Setop impor beras, setop impor pangan, setop impor-impor yang mengganggu produksi dalam negeri. Gara-gara terlalu banyak impor inilah saya ingin jadi presiden atau wapres," pungkas dia.

Adapun mudik gratis yang digagas DPP PKB itu diberi tema Mudik CINTA alias mudik bersama gratis Cak Imin untuk Indonesia.

Mudik CINTA memberangkatkan 20 bus dan mengantarkan 1.000 pemudik melewati tujuh jalur. Di antaranya Surabaya via jalur utara, Surabaya melalui jalur selatan, Semarang, Rembang, Yogyakarta melewati jalur Purwokerto, Yogyakarta via jalur selatan, dan Wonogiri melalui jalur Solo.


(AZF)