Civitas Akademika Diminta tak Gampang Terpengaruh Hoaks

Faisal Abdalla    •    Rabu, 20 Sep 2017 06:00 WIB
hoax
Civitas Akademika Diminta tak Gampang Terpengaruh Hoaks
Menristekdikti Muhammad Nasir (kiri). Foto: ANT/Yudhi Mahatma.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir meminta kepada kalangan civitas akademika agar tidak mudah terpengaruh berita hoaks di media sosial. Hal ini disampaikan Nasir dalam acara deklarasi anti radikalisme yang dilakukan 155 perguruan tinggi di Tanah Air.

"Saya meminta semua pihak, terutama kalangan Civitas Akademika jangan terlalu cepat terpancing berita-berita hoaks yang banyak beredar di media sosial. Hoaks itu bisa menghancurkan sendi-sendi persatuan bangsa kita," kata Nasir di Aula GWS, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Indonesia, Cawang, Jakarta Timur, Selasa 19 September 2017.

Melalui Deklarasi Kebangsaan anti radikalisme ini, Nasir mengajak mahasiswa dan dosen mengejawantahkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam sikap dan perbuatan sehari dengan tidak lagi memperdebatkan soal perbedaan.

"Tidak ada lagi yang menghujat sesama bangsa, tidak boleh lagi menghujat sesama pemeluk agama, kita semua sudah sepakat sebagai bangsa Indonesia dalam wadah NKRI," ujarNasir.

Nasir juga memberikan pesan khusus kepada seluruh rektor dan pimpinan perguruan tinggi agar menindak tegas dosen dan mahasiswa yang terindikasi melakukan kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

"Soal HTI kemarin, pemerintah sudah tegas mengeluarkan Perppu. Untuk itu, saya minta rektor jika menemukan indikasi perbuatan serupa agar segera menindak oknum tersebut. Semua dosen dan mahasiswa di kampus yang menuju radikalisme dan perpecahan harus diingatkan agar tetap berpegangan pada pancasila dan Indonesia. Kalau tidak dengar juga, ya silahkan pilih, mau tetap jadi dosen atau tidak," tegas Nasir.

Nasir mengatakan, Kemenristekdikti juga akan mengadakan acara serupa bertajuk "Deklarasi Perguruan Tinggi Se-Indonesia melawan Radikalisme". Acara tersebut akan diselenggarakan di Bali pada tanggal 25-26 September. Diperkirakan sebanyak 4.000 perwakilan dari perguruan tinggi negeri maupun swasta seluruh Indonesia akan menghadiri acara ini.


(AZF)