Bakomubin akan Menyiapkan 1 Juta Dai Bela Negara

Achmad Zulfikar Fazli    •    Senin, 17 Apr 2017 14:49 WIB
bela negara
Bakomubin akan Menyiapkan 1 Juta Dai Bela Negara
Pengurus Badan Koordinasi Mubalig Indonesia (Bakomubin) bertemu Presiden Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta. Foto: MTVN/Achmad Zulfikar Fazli

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengurus Badan Koordinasi Mubalig Indonesia (Bakomubin) menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan itu Bakomubin berjanji bakal mencetak 1 juta dai bela negara.

"Kami akan mencetak 1 juta dai bela negara. Kenapa harus kita kedepankan program ini mubalig bela negara yang jumlahnya 1 juta? Yang pertama, kebutuhan umat 250 juta di wilayah negara Republik Indonesia ini banyak yang belum disentuh dengan dakwah yang baik," ujar Ketua Umum Bakomubin Dedy Ismatullah usai bertemu Presiden di Kantor Presiden, Jakarta, Senin 17 April 2017.

Dedy mengatakan, pihaknya juga ingin menata kualitas mubalig di Indonesia. Penataan ini bukannya karena sistem dakwah belum baik, tapi masih ada yang belum seimbang.

"Suatu penelitian menyebut dengan adanya hari-hari besar Islam, Islam itu tidak menjadi berubah, dengan adanya mauludan dan rajaban yang modalnya miliar atau kita hitung di negara Republik ini," ucap dia.

Karena itu, Bakomubin ingin mengabdi kepada negara dengan dakwah. Ia menjelaskan, metodologi dakwah ke depan akan berbeda dengan saat ini.

Perkembangan sosial budaya dan globalisasi menuntut seorang mubalig bisa berpikir cepat. Mereka harus bisa melihat perkembangan budaya, serta sistem sosial.

Yang paling penting, kata dia, Bakomubin ingin mempererat persatuan umat. Karena persatuan umat sangat penting. 
"Ada tiga doa Nabi, satu yang ditolak oleh Allah. Bebaskan ummatku dari bencana Nabi Nuh Alaihissalam. Allah menyetujui. Bebaskan ummatku dari kelaparan. Allah menyetujui. Tapi ketika Nabi meminta, persatukan umatku, maka Allah tidak menerimanya. Berarti persatuan adalah perjuangan. Perjuangan seluruh sistem kehidupan kita," kata dia.



(MBM)