Sahroni tak Yakin Jaksa Agung Berniat Ambil Kewenangan KPK

Wandi Yusuf    •    Rabu, 13 Sep 2017 18:56 WIB
kpk
Sahroni tak Yakin Jaksa Agung Berniat Ambil Kewenangan KPK
Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Foto: Antara/Agung Rajasa

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni melihat ada yang keliru menangkap pernyataan Jaksa Agung M. Prasetyo saat menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi III Senin lalu.

Menurutnya, tak ada sedikit pertanyaan Jaksa Agung yang menginginkan pembatasan kewenangan penuntutan yang dimiliki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
“Mana mungkin Jaksa Agung melawan Presiden Joko Widodo. Ini opini adu domba saja. Dibuat seolah-olah Jaksa Agung membantah Presiden. Saya pastikan, Jaksa Agung tak hendak mengambil hak kewenangan KPK,” kata Sahroni, dalam keterangan tertulis, Rabu 13 September 2017.

Baca: Jaksa Agung Sindir Kewenangan Penuntutan KPK

Politikus Partai NasDem ini menyatakan wacana itu justru dimunculkan oleh Komisi III. "Seolah-olah Jaksa Agung meminta hak dan kewenangan KPK dalam hal penuntutan dikembalikan ke Kejaksaan. Itu tidak benar,” tegas Sahroni.
 
Wacana adanya pemisahan kewenangan penuntutan, kata dia, lantaran Komisi III menginginkan adanya sistem kontrol. 
 
“Kita ingin ada pemisahan yang jelas agar ada kontrol. Bahwa pihak yang melakukan penyelidikan atau penyidikan (lidik/sidik), maka tak  melakukan penuntutan. Dan yang melakukan penuntutan otomatis tidak mengadili,” ujar Sahroni.

Baca: KPK Sambangi NasDem dan Demokrat Bahas Integritas Parpol

Sejumlah LSM bereaksi saat Prasetyo disebut menginginkan adanya pemisahan antara proses lidik/sidik dengan penuntutan yang dilakukan KPK saat ini. Tindakan itu disebut sebagai upaya melemahkan KPK.
 
Koordinantor Setara Institute, Hendardi,  menyebut pendapat Prasetyo sebagai bentuk indisipliner. Sebab, sebagai organ pemerintahan, Jaksa Agung harusnya patuh pada keinginan Presiden yang menolak pelemahan KPK.
 


(FZN)