Fahri Sebut Hakim Ad Hoc Pernah Berkantor di KPK

M Rodhi Aulia    •    Kamis, 10 Aug 2017 15:23 WIB
angket kpk
Fahri Sebut Hakim Ad Hoc Pernah Berkantor di KPK
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah/MI/Mohamad Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meyakini KPK merupakan elemen totaliter dan otoriter di dalam lembaga negara demokrasi. Penyelewengan pun terjadi, di antaranya tiga hakim ad hoc berkantor di gedung KPK.

"(KPK) pernah menyelidik, menyidik, mengintip, menuntut, dan pernah juga hakim ngantornya di kantor KPK, 3 orang. Hakim ad hoc," jelas Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 10 Agustus 2017.

Fahri tidak merinci hakim yang dimaksud. Namun, keberadaan hakim itu, jelas Fahri, benar-benar menggambarkan keberadaan elemen totaliter dan otoriter dalam pemberantasan korupsi.

"Ini adalah pandangan totaliter bahwa kalau urusan pemberantasan korupsi, serahkan ke KPK pasti beres. Itu tidak demokratis. Demokrasi tidak berpikir dengan cara seperti itu. Demokrasi berpandangan kita semua sama," ucap dia.

Fahri berharap KPK berbenah. KPK harus menjalankan tugas dan kewenangan sesuai aturan berlaku.

Kecurigaan Fahri terakomodasi melalui Pansus Hak Angket KPK. Pansus dibentuk atas dasar ketidakpercayaan terhadap KPK.

Itu bermula ketika Penyidik KPK Novel Baswedan menyebut tersangka kasus keterangan palsu persidangan KTP-el Miryam S. Haryani ditekan beberapa anggota Komisi III. Anggota Komisi Hukum kemudian menginisiasi pansus dan mendesak KPK membuka rekaman pemeriksaan.

Pansus berlanjut bahkan hingga mendatangi lapas khusus koruptor. Mereka ingin mendengar langsung dari mulut koruptor bagaimana perlakuan KPK terhadap mereka. KPK pun dituding kerap melanggar hak terperiksa selama proses pemeriksaan berlangsung.


(OJE)