Indonesia Imbau Uni Eropa tak Tiru Langkah AS

Yogi Bayu Aji    •    Jumat, 08 Dec 2017 11:40 WIB
palestinapalestina israel
Indonesia Imbau Uni Eropa tak Tiru Langkah AS
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi--Antara/Sigid Kurniawan

Jakarta: Indonesia mengimbau negara Uni Eropa tidak meniru langkah Amerika Serikat (AS) yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. AS hendak memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Saya komunikasi dengan menteri luar negeri (menlu) Uni Eropa, menyampaikan pesan harapan agar negara lain tidak mengikuti Amerika untuk rencana memindahkan kedutaannya di Yerusalem," kata Menlu Retno Marsudi di Kompleks Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Jumat, 7 Desember 2017.

Menurut dia, menlu-menlu Uni Eropa merespons positif imbauan Indonesia. Indonesia pun terus menggalang dukungan untuk menolak sikap sepihak AS.

Retno menuturkan, pada pertemuan dengan Menlu Tunisia Khemaies Jhinaoui tadi pagi, Presiden Joko Widodo mengajak negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk bersatu. Mereka diminta menyampaikan pesan yang keras kepada AS.

Baca: PBB akan Sidangkan Pengakuan Sepihak AS

Menlu pun mengaku sudah menyampaikan kritik keras Indonesia kepada Sekretaris Negara AS Rex Tillerson. Dia meminta AS mengubah sikapnya. "Tapi, Tillersen menyampaikan keputusan sudah diambil Presiden (Donald Trump)."

Sebelumnya, Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan berencana memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke sana. Proses itu segera dimulai.

"Hari ini akhirnya kami menyadari hal yang nyata. Bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Ini tidak lebih dari sekadar pengakuan akan kenyataan dan tepat dilakukan," kata Trump di Gedung Putih.

Keputusan Trump berbanding terbalik dengan kebijakan luar negeri AS. 'Negeri Paman Sam' sempat menolak pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel sebelum konflik Israel-Palestina dapat diselesaikan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengapresiasi penuh keputusan Trump. Dia bahkan mengajak negara-negara lain untuk mengikuti jejak AS.

Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam keras pengakuan dari Trump. Menurut Abbas, langkah itu melanggar seluruh aturan internasional.

Abbas menegaskan Yerusalem adalah ibu kota abadi dari Palestina. Rakyat Palestina, kata dia, tetap berjuang untuk mempertahankan Yerusalem serta kemerdekaan Palestina.



(YDH)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

6 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA