Kabar Kematian Bahrun Naim Diyakini Miliki Motif Tertentu

M Sholahadhin Azhar    •    Selasa, 05 Dec 2017 12:35 WIB
terorisme
Kabar Kematian Bahrun Naim Diyakini Miliki Motif Tertentu
Bahrun Naim - ANT/Dwi Prasetya.

Jakarta: Direktur Community of Ideological Islamic Analyst Harits Abu Ulya meyakini ada motif tertentu di balik kabar kematian Bahrun Naim. Salah satunya untuk melestarikan isu terorisme.

"Iya (ada motif), itu terorisme bagi kalangan tertentu perlu dijaga suhunya biar be continue," kata Harits kepada Medcom.id, Selasa, 5 Desember 2017.

Harits menyebut mereka ingin membangkitkan semangat militansi pihak yang berafiliasi dengan ISIS di Indonesia. Para simpatisan itu cenderung reaktif jika mendengar kabar soal kawannya yang meninggal di medan pertempuran. 

"Gugurnya orang-orang ISIS dari Indonesia akan memberi dorongan semangat, agar simpatisan yang di Indonesia bisa menyusul mencari kematian syahid versi mereka," imbuh Harits.

Untuk itu kata dia Polisi dan TNI harus melihat motif ini untuk mengantisipasi serangan teror. Namun, Harits belum yakin benar kalau Bahrun benar-benar tewas.

Pasalnya banyak fakta simpatisan ISIS di Tanah Air sering keliru atau invalid dalam menerima berita dari Suriah. Dikarenakan mereka sulit berkomunikasi dan mengonfirmasi kebenaran berita tersebut.

Harits menyebut, jika Bahrun Naim benar-benar tewas pasti ISIS akan menyebarkan kabar yang valid dan melakukan konfirmasi. 

Sebab organisasi terlarang itu dinilai tak punya kepentingan untuk menyembunyikan kabar kematian orang sekelas Bahrun. "Paling tidak keluarga BN yang di Suriah akan kabarkan kepada kawan atau keluarga mereka (di Solo)," kata Harits. 

Sejauh ini pihak keluarga Bahrun juga belum mengetahui kepastiannya."Keluarga BN di Solo (juga) tidak punya kepentingan untuk sembunyikan kabar jika memang benar putra mereka meninggal," tukas dia. 
 


(REN)