Mahyudin Sebut Novanto Legowo Lepaskan Jabatan Ketum Golkar

Astri Novaria    •    Selasa, 05 Dec 2017 08:47 WIB
partai golkargolkarsetya novanto
Mahyudin Sebut Novanto Legowo Lepaskan Jabatan Ketum Golkar
Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin--MI/ROMMY PUJIANTO

Jakarta: Pengurus DPP Partai Golkar diminta untuk menghormati upaya hukum praperadilan yang ditempuh Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, sebelum memutuskan untuk menggelar Munaslub. Sebab, bagaimana pun Novanto pernah berjasa bagi Golkar.

"Biar bagaimana pun beliau juga adalah orang yang sedikit banyak telah berbuat, berjasa untuk Partai Golkar. Jadi jangan juga teman-teman seperti kacang lupa kulitnya. Begitu Novanto seperti sekarang langsung mendesak Munas," kata Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin, 4 Desember 2017.

Terkait desakan Munaslub dari mayoritas DPD I Partai Golkar, ia memahami DPP harus segera meresponsnya. Hal itu dengan menggelar rapat pleno dengan agenda menentukan kapan, di mana dan siapa yang memimpin Munaslub. 

Baca: Ada Usulan Petinggi Golkar Bujuk Novanto Mengundurkan Diri

Dia berharap Munaslub bisa digelar akhir Desember atau awal tahun 2018 mendatang. Tujuannya, agar persiapan Pilkada 2018 tidak terganggu. "Saya kira sekarang bolanya ada di pelaksana Ketua Umum DPP Partai Golkar untuk merespon segera melakukan rapat pleno DPP untuk melakukan persiapan persiapan Munaslub," tandasnya.

Di sisi lain, Mahyudin mengaku sudah mendapat informasi bahwa Novanto telah legowo melepaskan jabatan Ketua Umum Partai Golkar. "Tetapi beliau sudah legowo. Saya kira bukan hanya mengundurkan diri, tetapi beliau juga siap melaksanakan munas luar biasa tapi sesuai dengan mekanisme dan aturan partai yang berlaku," tukas Wakil Ketua MPR ini.

Baca: DPD Golkar DIY: Kader Minta Novanto Mundur dari Jabatan Ketum

Sejauh ini, 31 pimpinan DPD I telah menyatakan mendukung munaslub untuk mengganti Novanto digelar. Hanya tinggal 3 DPD yang belum memberikan persetujuan, yakni NTT, Papua dan Papua Barat. Adapun syarat digelarnya munaslub adalah harus mengantongi dukungan minimal 2/3 dari total 34 DPD Partai Golkar se-Indonesia.

Terkait pengganti Novanto, menurutnya, Airlangga Hartarto merupakan sosok yang tepat untuk memperbaiki citra partai. Airlangga merupakan salah satu tokoh yang paling banyak disebut, apalagi dia punya kedekatan dengan Presiden RI Joko Widodo.

"Pak Airlangga orangnya tidak ada masalah karena dalam waktu menjelang pemilu. Saya kira Partai Golkar butuh figur yang bersih yang punya kemampuan, pengalaman. Saya kira Pak Airlangga figur yang cocok untuk memimpin Partai Golkar," ungkapnya.

Meskipun diakuinya dukungan terhadap Airlangga cukup kuat, ia menilai belum tentu Menteri Perindustrian itu akan menang secara aklamasi. Sebab, masih banyak tokoh Golkar yang punya kans kuat.

"Belum tentu (aklamasi). Karena banyak juga calon-calon yang belum muncul. Karena memang belum diagendakan munasnya. Ada juga calon-calon yang menghormati dan loyalitas penuh kepada Pak Novanto sebelum ada sinyal dari Pak Novanto, ya belum muncul," pungkasnya. 



(YDH)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

6 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA