DPR Desak Pemerintah Segera Kirimkan Draf RUU Pemilu

Anindya Legia Putri    •    Rabu, 19 Oct 2016 16:29 WIB
ruu dpr
DPR Desak Pemerintah Segera Kirimkan Draf RUU Pemilu
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon (Foto:Metrotvnews.com/Anindya Legia Putri)

Metrotvnews.com, Jakarta: Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu hingga saat ini belum diserahkan pemerintah kepada DPR RI. Padahal, tahapan pemilihan presiden serta pemilihan legislatif akan dimulai dua tahun sebelum pemilihan presiden dan pemilihan legislatif, yakni pada Mei 2017.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon meminta agar pemerintah segera mengirimkan draf RUU Pemilu kepada DPR.

"Kemarin, saya rapat korbid dengan Komisi II, ini menjadi perhatian kita. Pemerintah sampai saat ini belum mengirim paket draf RUU Pemilu. Ini saya kira, harus segera kita bahas selambat-lambatnya dalam masa sidang ini. Tapi ini kan pemerintah (yang lambat mengirimkan draf), jadi jangan menyalahkan DPR. Yang lambat itu pemerintah, tidak mengirimkan draf paket RUU Pemilu ini," ujar Fadli Zon, saat ditemui di Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/10/2016).

Ketegasan DPR meminta segera dikirimkan draf RUU Pemilu, tak lain karena nantinya dalam pembahasan di DPR akan terdapat perdebatan cukup panjang. Sementara, tahap pemilu adalah minus 24 bulan.

"Jadi, kalau Pileg pada April 2019, maka minus 24 bulan jatuhnya adalah pada April 2017. Jadi, cuma ada waktu maksimal 5 bulan. Itu pun sudah dipotong masa reses dan hari-hari besar seperti tahun baru, Natal, dan lain-lain. Saya kira, waktu kita sangat terbatas untuk membahas mengenai RUU Pemilu. Kami imbau pemerintah, pada hari-hari ini segera menyampaikan draf RUU Pemilu supaya bisa kita masukkan dan bahas di DPR," kata Fadli.

Alasan Fadli mendesak pemerintah segera mengirimkan draf RUU Pemilu karena ia tak ingin RUU Pemilu dibahas dalam waktu terbatas. "Karena dapat menyebabkan kurangnya kualitas RUU tersebut," tuturnya.


(ROS)